Pembalut Berbahaya

Yayasan Konsumen Ungkap Pembalut Mengandung Pemutih

Fetry Wuryasti    •    Selasa, 07 Jul 2015 17:11 WIB
pembalut berklorin
Yayasan Konsumen Ungkap Pembalut Mengandung Pemutih
Popok dan pembalut sekali pakai telah menyebabkan konsekuansi lingkungan yang tidak sepele. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Iritasi pada kemaluan wanita diduga karena menggunakan pembalut yang mengandung klorin. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menguji dan menemukan klorin pada beberapa produk pembalut yang beredar di pasaran.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 472/MENKES/PER/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan mencantumkan bahwa bahan kimia klorin bersifat racun dan iritasi.

"Berdasarkan pembelian sampel produk pembalut dan pantyliner yang kami lakukan sejak Desember 2014-Januari 2015, YLKI menemukan semua produk pembalut dan pantyliner yang beredar di pasaran memiliki kandungan bahan kimia klorin di dalamnya. Yang membedakan hanya kandungan klorinnya saja mulai dari 5-55 ppm," kata peneliti YLKI Arum Dinta saat konferensi pers hasil uji kadar klorin pada pembalut dan pantyliner di Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Klorin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pemutih. Arum menyampaikan, klorin sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi. Selain keputihan, gatal-gatal, dan iritasi, klorin juga dapat menyebabkan kanker.

Menggunakan metode spektrofotometri di laboratorium TUV NORD Indonesia, YLKI menemukan kandungan klorin pada sembilan merek pembalut dan dua pantyliner dengan kandungan tertinggi pada pembalut merek Charm sebesar 54,73 ppm.

Ketua Umum YLKI Tulus Abadi mengatakan pembalut merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan tertinggi. Dari 118 juta wanita di Indonesia, 60 juta merupakan wanita pada usia subur.

"Dalam satu bulan ada 1,4 miliar pembalut yang digunakan wanita Indonesia. Sehingga pembalut menjadi kebutuhan pokok. Mungkin sebaiknya kembali lagi menggunakan kain, tidak mencemari lingkungan, dapat dicuci dan dipakai kembali," kata Tulus.


(TRK)