"Jika Mendengarkan Musik Reggae, ISIS Tidak akan Memenggal Kepala Orang"

Agustinus Shindu Alpito    •    Rabu, 08 Jul 2015 14:57 WIB
isis
Shaggy (Foto:Getty Images)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Sebagian orang memercayai musik adalah alat untuk mewujudkan perdamaian. Salah satu yang percaya adalah Shaggy, musisi reggae berdarah Amerika-Jamaika.

Menanggapi teror ISIS yang sedang gencar-gencarnya di kawasan Timur Tengah, Shaggy mengatakan, para anggota ISIS dapat 'dijinakkan' dengan musik. Khususnya lagu-lagu milik Shaggy dan musik reggae.

"Jika Anda memenggal kepala seorang pria, Anda benar-benar sakit. Musik membangkitkan emosi, sehingga jika mereka mendengarkan musik Shaggy atau musik reggae, mereka tidak akan dan tidak ingin memenggal kepala orang," kata Shaggy dalam wawancara dengan Miami New Times, yang dikutip NME, Rabu (8/7/2015).

Shaggy menjelaskan bahwa musik reggae adalah musik perdamaian. Bahkan, mendengar musik reggae memiliki dua manfaat.

"Menghamili seseorang atau menikmati hingga teler," ujar pemilik hits Mr Boombastic dan It Wasn't Me.

"Orang mabuk tidak ingin membunuh apa-apa, mereka ingin mencintai. Mereka butuh beberapa ganja Jamaika untuk dibagikan di antara anggota ISIS. Saya jamin tidak ada perang lagi," lanjut pria yang kini berusia 46 tahun itu.

Pendapat Shaggy memang terdengar ekstrem, tetapi dia cukup berkompeten berbicara soal perang.

Dia pernah bergabung di Angkatan Laut Amerika Serikat dan bertugas saat Perang Teluk. Pada awal 1990-an, Shaggy memutuskan pensiun dari militer dan menekuni karier bermusik.


(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA