Nyaris Bernasib seperti Yunani, Puerto Rico Segera Temui Kreditur

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 08 Jul 2015 15:07 WIB
puerto rico
Nyaris Bernasib seperti Yunani, Puerto Rico Segera Temui Kreditur
Seorang pejalan kaki melintas di sebuah toko yang tutup karena terkena krisis. FOTO: Reuters/Alvin Baez-Hernandez

Metrotvnews.com, New York: Puerto Rico akan bertemu dengan kreditur untuk pertama kalinya pada pekan depan. Keinginan tersebut terungkap sejak mengumumkan ingin merestrukturisasi utangnya sebesar USD72 miliar.

Reuters melansir, Rabu (8/7/2015), seorang pejabat lokal mengatakan jika negara kepulauan itu tidak berniat untuk memotong pembayaran pokok. Gubernur Alejandro Garcia Padilla mengatakan kepada pemangku kepentingan mengenai utang sebesar USD72 miliar utang pada pekan lalu, dimana dia ingin merestrukturisasinya dan menunda pembayaran obligasi.

Pertemuan para kreditur ini akan diadakan pada hari Senin di kantor Citi. "Kami tidak mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membayar. Kami tidak berbicara tentang pemotongan pokok atau sesuatu seperti itu," beber Kepala Pulau Bank Pembangunan Pemerintah Melba Acosta kepada wartawan.

Acosta mengatakan bahwa pemerintah ingin membayar kewajibannya. Bahkan jika memungkinkan, melakukan negosiasi ulang persyaratan yang jatuh tempo sehingga memiliki ruang bernafas untuk melakukan penyesuaian fiskal, memperluas ekonomi, dan membayar utang secara keseluruhan.

"Kami akan mengundang (kreditur) kelompok dengan diadakannya terbesar utang Puerto Rico, semua jenis utang. Kami akan mengundang dua orang untuk mewakili masing-masing kelompok," tutur dia.

Acosta menambahkan bahwa mereka tidak berniat untuk memiliki banyak negosiasi dengan kreditur, melainkan dengan kelompok umum yang mewakili kreditur setiap emiten. Dia mengatakan laporan oleh mantan ekonom IMF Anne Krueger yang dirilis minggu lalu akan menjelaskan kepada kreditur serta proses restrukturisasi dan bagaimana negosiasi akan dimulai.

Kepala staf di kantor gubernur, Victor Suarez, mengatakan pertemuan itu akan langsung dilakukan secara langsung via internet. Namun demikian, seorang juru bicara Citi menolak mengomentari perihal ini.


(AHL)