Pejabat yang Jadi 'Pasien' KPK Rata-Rata Terjebak Kasus Suap

Antara    •    Rabu, 08 Jul 2015 16:39 WIB
suap
Pejabat yang Jadi 'Pasien' KPK Rata-Rata Terjebak Kasus Suap
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas--Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Suap dan korupsi hanya ujung dari persekongkolan yang lebih besar. Embrio suap dan korupsi berasal dari penerimaan gratifikasi. Agar tak berbuah suap dan korupsi, gratifikasi perlu dicegah secara intensif.

"Embrio dari suap itu adalah gratifikasi," kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas dalam acara diskusi mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Gratifikasi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (8/7/2015).

Busyro bercerita, sepanjang dirinya menjabat sebagai salah satu pimpinan KPK sebagian besar pejabat pemerintahan yang berurusan dengan komisi antikorupsi rata-rata terjebak kasus suap. Hal itu tidak disadari karena terbiasa dengan penerimaan gratifikasi yang dianggap wajar.

Menurut Busyro, penerimaan gratifikasi dapat dicegah oleh masing-masing pejabat pemerintah dengan menerapkan prinsip bahwa segala sesuatu pemberian dari pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan adalah gratifikasi. Kendati pemberian itu tidak dikaitkan dengan pekerjaan. "Karena jika kita tidak menjabat dalam jabatan tertentu, mana ada orang memberi sesuatu itu pada kita," kata dia.

Selain itu, menurut Busyro, apabila muncul kebiasaan menerima gratifikasi di lingkungan pegawai pemerintahan, akan potensial memperlemah kinerja. Sebab, kebiasaan menerima gratifikasi akan menjadi ketergantungan.

"Karena terbiasa diberi, lama-lama mengharap. Kalau tidak ada (gratifikasi) maka kinerjanya akan melemah," kata dia


(YDH)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA