Dokumen Korupsi PM Najib Dianggap Bukan Bukti Kuat

Fajar Nugraha    •    Rabu, 08 Jul 2015 17:02 WIB
najib razak
Dokumen Korupsi PM Najib Dianggap Bukan Bukti Kuat
Dubes Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hussain (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: The Wall Street Journal (WSJ) merilis dokumen yang menunjukkan keterlibatan Perdana Menteri Najib Razak, dalam kasus korupsi. Namun menurut Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, bukti itu meragukan.

"Banyak keraguan ya. Ini bukan bukti yang solid," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Zahrain Mohamed Hashim, di Kantor Kedubes Malaysia di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

"Ada banyak tuduhan bahwa dokumen itu telah direkayasa. Anda tidak bisa menggunakan dokumen itu, untuk mendakwa seseorang," lanjutnya.

Dubes Zahrain menambahkan, ada anggapan bahwa saat ini media bertindak sebagai penuntut. Berulangkali Dubes Zahrain menegaskan, berdasarkan aturan hukum di Negeri Jiran seseorang dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan hukum.

"Semua tuduhan ini tidak benar. Ada hubungan dari orangnya (mantan PM) Mahathir Mohamad dengan Sarawak Report (yang memberikan dokumen tentang korupsi PM Najib)," ucapnnya.

PM Najib sebelumnya dilaporkan menerima uang sebesar USD700 juta atau sekira Rp9,3 triliun. Dana tersebut masuk ke rekening pribadi Najib dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Mahathir pun dituduh terlibat dalam laporan yang dikeluarkan oleh WSJ pekan lalu. Sosok yang dianggap dihormati di Negeri Jiran, dituduh berada di balik tuduhan palsu yang dipublikasikan oleh WSJ.

Najib pun menilai aksi Mahathir itu memang disengaja. Ini dilihat dari pernyataan yang diutarakan oleh Najib dalam akun Facebook miliknya pada 4 Juli 2015 lalu.

Mahathir dinilai oleh Najib sudah menyebarkan berita bohong, bahwa dirinya menerima dana tersebut dari 1MDB untuk kepentingan pribadi. Mengenai tuduhan tersebut, Najib menyebutnya sebagai sabotase politik.


(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA