Fadli Seret Pemerintah Terkait Buruknya Kinerja DPR

Surya Perkasa    •    Rabu, 08 Jul 2015 17:16 WIB
dpr
Fadli Seret Pemerintah Terkait Buruknya Kinerja DPR
Fadli Zon - MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyeret pemerintah terkait buruknya kinerja legislasi DPR di masa sidang IV. Fadli menyebut, pemerintah juga bertanggung jawab bila kinerja legislasi tidak maksimal.

"UU dibuat ada usulan pemerintah dan DPR. Bangsa harus melek juga masalah pembuatan UU," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Setiap masa sidang bukan berarti ada UU yang disahkan. Namun setiap masa sidang harus dilakukan pembahasan RUU yang sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional.

Untuk Masa Sidang periode 2014-2015, ada 37 Program Legislasi Nasional prioritas. Dari 37 Prolegnas Prioritas (kini bertambah menjadi 39), kata Fadli, pemerintah baru memasukkan tiga draf RUU dan DPR telah menyelesaikan 10 RUU.

"Jadi ada pembicaraan dengan pemerintah. Untuk menyiapkan naskah akademik, sudah mengajak universitas dan DPD untuk hal ini," tegas Wakil Ketua Umum Gerindra ini.

Dewan memang baru mengesahkan dua dari 39 UU dalam Prolegnas Prioritas 2014-2015. Dua UU tersebut yakni UU Pemda dan UU Pilkada.

Namun dalam masa sidang IV kemarin DPR sudah melakukan enam harmonisasi RUU. Empat RUU inisiatif Pemerintah yang sudah atau segera dibahas tersebut, yakni RUU Merek, RUU KUHP, RUU Paten, dan RUU Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Sedangkan tiga RUU inisiatif DPR di masa sidang kemarin yakni RUU Tabungan Perumahan Rakyat, RUU Penjaminan, dan RUU Larangan Minuman Beralkohol. Pembahasan dilakukan setelah RUU ini disetujui Presiden. Sedangkan harmonisasi enam RUU tersebut, yakni: RUU Pertanahan; RUU Jasa Konstruksi; RUU pertembakauan; RUU Kebudayaan; RUU Perbukuan; dan RUU Pemberdayaan Nelayan, Pembudididaya Ikan dan Penambak Garam.


(TII)

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

10 minutes Ago

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Tama S. Langkun, hukuman Novanto tak memb…

BERITA LAINNYA