Dukungan RI dalam Konflik Suriah Dinilai Sangat Berarti

Fajar Nugraha    •    Rabu, 08 Jul 2015 17:57 WIB
indonesia-suriah
Dukungan RI dalam Konflik Suriah Dinilai Sangat Berarti
Ibu negara Suriah Almaa al-Assad dan istri Dubes RI untuk Suriah (Foto: Dok. Kemlu)

Metrotvnews.com, Damaskus: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus masih tetap beroperasi, di saat negara lain menutup operasinya di Suriah. Ini dianggap sebagai dukungan dari Indonesia kepada rakyat Suriah.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara istri Duta Besar RI untuk Suriah, Rosa Triana Harjanto, dengan Ibu Negara Suriah, Asmaa al-Assad, di kantor Ibu Negara di daerah Qasiyoun, Damaskus pada Sabtu, 4 Juli 2015.

Rosa Harjanto menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendukung penyelesaian konflik dengan damai di Suriah. Maka dari itu, Indonesia tetap mempertahankan KBRI dan duta besarnya di Damaskus meskipun di tengah kecamuk peperangan dan krisis yang melanda.

"Sahabat yang baik tentu tidak akan meninggalkan temannya yang sedang kesulitan," ujar Rosa mengutip perkataan Dubes Djoko Harjanto, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (8/7/2015).

Menanggapi hal itu, Ibu Negara Suriah, Asmaa al-Assad, mengungkapkan bahwa sudah cukup lama tidak bertemu dengan istri seorang duta besar di Damaskus. Maka dari itu, Asmaa al-Assad mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan dan sikap politik Indonesia terhadap konflik di Suriah, terutama dengan kehadiran istri Duta Besar di negara akreditasi.

"Kehancuran Suriah diakibatkan oleh kelompok ekstrimis yang sama sekali tidak merepresentasikan nilai-nilai Islam. Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi muslim," tegas Asmaa al-Assad.

Sejak 2011, Suriah mengalami krisis politik yang berujung pada pemberontakan bersenjata di hampir seluruh wilayahnya. Bukan hanya oposisi nasionalis, Presiden Bashar al-Assad juga menghadapi kelompok-kelompok bersenjata lintas bangsa di mana para anggota mengalir masuk dari sekitar delapan puluh negara, seperti ISIS, Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham, dan sebagainya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu diakhiri dengan harapan agar Suriah semakin aman dan membaik. Sehingga Dubes, staf, dan seluruh warga Indonesia dapat kembali bebas bergerak dan mengunjungi tempat wisata, seperti Aleppo, Homs, Palmyra, dan tempat-tempat eksotis lainnya di Suriah.

Rosa Harjanto juga mengharapkan suatu saat nanti Almaa al-Assad berkesempatan mengunjungi Indonesia yang kaya akan ragam budayanya.


(FJR)