BI Harus Maksimal Tahan DHE Demi Perekonomian

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 08 Jul 2015 18:09 WIB
pertumbuhan ekonomidevisa negara
BI Harus Maksimal Tahan DHE Demi Perekonomian
Ekonom Indef Enny Sri Hartati (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan Bank Indonesia (BI) harus berusaha maksimal untuk menahan devisa hasil ekspor (DHE) bisa masuk ke perekonomian. Sebab, sampai hari ini kebanyakan dari DHE tersebut hanya mampir.

Untuk itu, dirinya menyarankan BI bisa memastikan adanya jangka waktu minimal untuk menahan DHE di perekonomian Indonesia. Misalnya, dalam waktu tiga bulan atau dalam jangka waktu tertentu.

"Sehingga ada kepastian aliran devisa yang masuk ke perekonomian. Walau nanti keluar lagi tapi kan ada yang masuk karena tiap bulan ada ekspor. Tapi, kalau cuma mampir sehari dua hari ini akan berisiko terhadap cadangan devisa kita," ujar dia, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Selain itu, lanjut Enny, adanya kekhawatiran akan pelemahan rupiah juga mendorong para eksportir Indonesia menyimpan DHE mereka di luar negeri. Sehingga, perlu adanya regulasi khusus untuk mengatur hal tersebut.

"Ini malah kontraproduktif. Supaya tidak punya perilaku seperti itu harus dipaksa dengan regulasi. Jadi, kalau misalnya mereka tidak stay di dalam negeri maka ya mohon maaf nanti dokumen ekspor ke depannya tidak bisa diproses misalnya begitu," terangnya.

Untuk itu, masih kata Enny, upaya BI menjaga DHE masuk ke perekonomian sangat penting. Apalagi, saat ini nilai ekspor Indonesia juga tengah menurun akibat turunnya harga komoditas unggulan Indonesia.

"Selama devisa hasil ekspor ini tidak maksimal masuk ke perekonomian maka akan berisiko pada cadangan devisa kita. Aapalagi nilai ekspor kita juga menurun," pungkas dia.


(ABD)