Djohar Arifin Pertanyakan Status Ketua Komite Etik PSSI sebagai eks Narapidana

Alfa Mandalika    •    Rabu, 08 Jul 2015 19:22 WIB
pssi
Djohar Arifin Pertanyakan Status Ketua Komite Etik PSSI sebagai eks Narapidana
Djohar Arifin (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Djohar Arifin Husin angkat bicara soal sanksi yang diterimanya dari Komite Etik Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurutnya, sanksi yang diberikan itu aneh karena merasa sudah tidak lagi berurusan dengan PSSI usai Kongres Luar Biasa (KLB) digelar pada April lalu.

Komite Etik PSSI memberi Djohar sanksi larangan tak boleh terlibat dalam kegiatan sepak bola nasional selama seumur hidup. Mantan ketua umum PSSI itu dihukum karena dianggap telah menyalahi aturan ketika bertemu secara sepihak dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menyelesaikan kisruh sepak bola Tanah Air, 23 Juni lalu.

Djohar diberi waktu selama 14 hari untuk banding. Namun, ia menegaskan tidak akan melakukan hal itu. "Saya tak perlu banding karena kepengurusan PSSI tidak sah di negeri ini. PSSI sekarang tidak diakui pemerintah," tegas Djohar.

"Posisi Ketua Komite Etik yang bekas narapidana juga perlu dipertanyakan.  Apa dibenarkan statuta FIFA? Ya, sepertinya keputusan ini penuh dendam. Saya akan terus berusaha memajukan sepak bola Indonesia,"sambungnya.

Sosok yang disinggung Djohar adalah Ketua komite etik PSSI, TM Nurlif. Ia memang pernah mendekam di Rutan Salemba usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom pada  2004.


(HIL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA