REI Minta Pemerintah Jalankan Zonasi Tata Ruang

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 08 Jul 2015 19:27 WIB
rei
REI Minta Pemerintah Jalankan Zonasi Tata Ruang
Foto Properti (ANTARA FOTO, M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Real Estate Indonesia (REI) meminta pemerintah agar melaksanakan penataan zonasi tata ruang di seluruh wilayah Indonesia untuk melindungi perumahan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Dengan adanya pengaturan zonasi ini, maka akan jelas tertata wilayah mana yang menjadi zonasi hunian, perkantoran, perbelanjaan dan lainnya. Hunian zonasi itu sendiri harus jelas mengatur hunian, mewah, menengah dan sederhana. Dengan pengaturan zonasi ini, maka harga tanah untuk hunian sederhana akan terjaga dengan baik oleh pemerintah," kata Ketua Kehormatan REI Enggartiasto Lukita, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Perlindungan harga bagi hunian sederhana, menurut Enggartiasto, sangatlah penting untuk memastikan harga untuk tidak dipermainkan oleh spekulan.

Dia mengharapkan, dengan adanya zonasi ini pun, maka tidak ada kekhawatiran ketika orang asing membeli properti di Indonesia. Aturannya harus dibuat jelas. Kepemilikan orang asing harus dibatasi hanya boleh membeli apartemen di zonasi hunian mewah atau komersial.

"Kita juga bisa membatasi jumlah maksimal yang bisa dibeli orang asing, misalnya satu orang asing hanya diperbolehkan membeli paling banyak lima unit dan hanya hunian yang baru," terangnya.

Pembelian properti oleh WNA akan memicu kenaikan harga yang sangat tinggi. Untuk itu, negara harus hadir agar kepentingan rakyat terlindungi dengan baik. Dengan aturan zonasi yang jelas maka wilayah yang diperuntukkan hanya untuk hunian sederhana terproteksi dengan baik.

"Orang asing jelas tidak boleh beli di zona hunian sederhana dan harga di zona ini diatur oleh pemerintah, sehingga terhindar oleh spekulasi," tegas Enggar.



(SAW)