Penculikan Bayi di Sumedang

Dirut RSUD Sumedang: Kami Dimanfaatkan Penculik Bayi

Ismail    •    Rabu, 08 Jul 2015 21:46 WIB
penculikan bayi
Dirut RSUD Sumedang: Kami Dimanfaatkan Penculik Bayi
Petugas keamanan RSUD Sumedang memperlihatkan penculik yang membawa bayi Nauval melalui rekaman CCTV. Foto: MTVN/Ismail

Metrotvnews.com, Sumedang: Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang, dr Hilman Taufik menyebutkan RSUD Sumedang hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk melancarkan aksi penculikan.

Pada Selasa 7 Juli, putra pertama pasangan Priatna Kurni, 21, dan Nani Maryani, 20, Nauval Ramadan diculik oleh seorang perempuan berpakaian mirip pegawai negeri sipil. Ia berkerudung dan sebagian wajahnya ditutup masker. (Baca: Diiming-imingi Rp3,5 Juta, Bayi 11 Hari Diculik)

"Keamanan di Rumah Sakit cukup ketat, bahkan tidak sembarang orang bisa masuk," ujar Hilman di ruang rapat RSUD Sumedang, Selasa (8/7/2015).

Menurutnya, RSUD sudah memasang CCTV di berbagai penjuru, terlebih untuk masuk seperti besuk ke dalam ruangan pasien harus ada izin dari keamanan RSUD.

"Berdasarkan pantauan kamera CCTV pelaku hanya masuk ke ruang pendaftaran dan ruang tunggu serta keluar melalui ruang rawat jalan, sehingga tidak masuk ke dalam keamanan rumah sakit," katanya.

Hilman mengatakan pihak rumah sakit sepenuhnya menyerahkan kasus penculikan ini ke pihak kepolisian karena sudah menjadi ranah hukum. "Apapun yang menjadi penyelidikan kami dari manajemen rumah sakit siap membantu," sebutnya.

Jika kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dan ada orang dalam yang terlibat di dalam kasus ini, Hilman mengaku akan menjalankan peraturan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jika itu adalah PNS pasti akan ditindak sesuai pelanggarannya. Dan apabila itu non-PNS maka kami akan memberikan sanksi berupa pemutusan kontrak kerja," katanya.


(UWA)