Menperin: Pengetatan Kandungan Lokal Baik untuk Industri

Husen Miftahudin    •    Rabu, 08 Jul 2015 22:17 WIB
kementerian perindustrian
Menperin: Pengetatan Kandungan Lokal Baik untuk Industri
Toyota Agya dikerubuti konsumen,ANT,DEWI FAJRIANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan, pengetatan kebijakan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) merupakan hal yang harus dilakukan.

"Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Ini negara kita, ya harus dibangun dengan cara dan barang-barang modal sendiri karena kita memang mampu," tegas Saleh Husin pada buka bersama dan sarasehan dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).

Saleh melanjutkan, penggunaan produk dalam negeri dalam belanja pemerintah diperhitungkan sangat potensial untuk menumbuh kembangkan dan menguatkan struktur industri manufaktur.

Hal ini dapat dilihat dari penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang antara lain belanja modal pemerintah pusat pada 2015 sebesar Rp290 triliun atau 14,22 persen dari total anggaran pemerintah pusat sebesar Rp2.039,5 triliun.

"Sementara, kebutuhan belanja modal (capital expenditure) seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada tahun ini mencapai Rp300 triliun. Kita harus berani mengambil kebijakan menggunakan dana kita sendiri untuk memandirikan pembangunan sekaligus menggerakkan industri dalam negeri," ujarnya.

Beberapa proyek infrastruktur yang telah menerapkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sambung dia, adalah Usaha Hulu Migas yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan di lakukan oleh Kontrak Karya Kerjasama (K3S) di bawah Kementerian ESDM. Begitu juga dengan pembangunan Power Plant dan Transmisi Energi PLN dan PGN di bawah Kementerian BUMN.

Sebagai contoh, APBN 2015 Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Rp81,3 triliun. Sedangkan Kementerian Perhubungan sebesar Rp44,9 triliun yang digunakan untuk membangun jalan baru sepanjang 143 km, jembatan baru sepanjang 11.716 m, pembangunan jalur kereta api 265 km, dan pengadaan 48 lokomotif.



(SAW)