Kelompok Pro Palestina Serukan Boikot Konser Bon Jovi di Israel

Adi Waluyo    •    Kamis, 09 Jul 2015 16:14 WIB
bon jovi
Kelompok Pro Palestina Serukan Boikot Konser Bon Jovi di Israel
Foto: Bon Jovi Lost Highway concert / Amazon

Metrotvnews.com, New Jersey: Middlesex County, New Jersey, kota di mana anggota Bon Jovi berasal, adalah salah satu tempat paling beragam di Amerika Serikat dan semua orang dapat hidup berdampingan walau dengan latar berbeda.

Sayangnya, itu tidak seperti yang terjadi di belahan dunia yang lain. Sebuah kelompok yang menyebut dirinya sebagai Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel, yang menyebut pertikaian antara Israel dan Palestina sebagai "penindasan kolonial," menyerukan boikot untuk konser Bon Jovi pada 3 Oktober di Tel Aviv, Israel.

"Kami meminta para anggota band, Jon Bon Jovi, David Bryan, dan Tico Torres untuk mempertimbangkan kembali konser mereka di Israel, sampai Israel mematuhi hukum internasional dan menghormati hak-hak rakyat Palestina," demikian pernyataan kelompok tersebut di www.change.org

Seorang juru bicara Bon Jovi menyatakan Rabu (8/7/2015) kemarin, bahwa Bon Jovi tetap akan tampil pada konser 3 Oktober mendatang.

"Ini penting bagi kami untuk menunjukkan orang-orang di seluruh dunia bahwa Israel tidak seperti apa yang mereka lihat di CNN. Ini adalah peristiwa bersejarah dan kami berharap penonton Israel menyambutnya," kata promotor konser Shay Mor Yosef untuk Ynetnews.com.

Bon Jovi juga telah mengumumkan pertunjukan di Tiongkok, Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, dan Abu Dhabi.

Kelompok pro Palestina ini juga mencoba menggugah keprihatinan Jon Bon Jovi atas pelanggaran hak asasi manusia dengan membatalkan acara di Tel Aviv.

"Kita tahu bahwa melalui yayasannya, Jon Bon Jovi Soul Foundation, ia membantu memerangi masalah-masalah yang membuat ekonomi keluarga dan individu terpuruk,'" kata kelompok itu. "Kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina telah menyebabkan keputus asaan, kematian, luka-luka, pengungsian, untuk jutaan orang."

Gerakan The Boycott, Divestment and Sanction atau yang biasa disebut "BDS" itu ternyata bukan kali ini saja unjuk gigi.

Menurut Jerusalem Post, Lauryn Hill membatalkan konsernya di Israel setelah menerima tekanan dari anggota BDS, dan lebih dari 700 seniman Inggris, termasuk Roger Waters, Brian Eno dan Richard Ashcroft, berjanji  tidak akan "terlibat dalam bisnis seperti biasa (musik) dalam hubungan kebudayaan dengan Israel."

Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel telah menargetkan banyak seniman lainnya, termasuk Gloria Gaynor yang populer dengan tembang I Will Survive.

Sementara itu, calon presiden Hillary Clinton, yang pernah dibantu oleh Jon Bon Jovi dalam penggalangan dana di Red Bank pada 29 Juni, telah berbicara menentang gerakan BDS dalam sebuah surat kepada para donaturnya dan miliarder pro-Israel Haim Saban yang diterbitkan oleh Talkingpointsmemo.com.

"BDS berusaha untuk menghukum Israel dan mendikte bagaimana Israel dan Palestina harus menyelesaikan isu-isu inti konflik mereka. Ini bukan jalan menuju perdamaian," kata Hillary Clinton. "Terutama pada saat anti-semitisme sedang marak-maraknya di seluruh dunia, terutama di Eropa. Kita perlu menolak upayauntuk memfitnah dan merusak nama Israel dan orang-orang Yahudi."

Petisi Bon Jovi - Palestina tersebut telah mendapat dukungan dari 1.890 suara. (Chris Jordan/ Daily Record.com)


(AWP)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

2 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA