KPI: Tayangan Ramadan Menunjukkan Kualitas Semakin Baik

   •    Kamis, 09 Jul 2015 16:15 WIB
kpi
KPI: Tayangan Ramadan Menunjukkan Kualitas Semakin Baik
Petugas memantau tayangan sejumlah televisi di kantor KPI Daerah Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat (Foto:Antara/Agus Bebeng)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi upaya lembaga penyiaran memperbaiki kualitas program tayangan Ramadan tahun ini.

Menurut penilaian KPI dan MUI, tayangan Ramadan tahun ini lebih baik ketimbang sebelumnya. Namun, KPI dan MUI memberikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan lembaga penyiaran.

Pendapat tersebut disampaikan KPI dan MUI dalam acara diskusi mengenai gambaran umum tayangan Ramadan 10 hari pertama (18-27 Juni 2015) yang berlangsung di kantor KPI Pusat, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015.

Pemantauan dan penilaian terhadap tayangan Ramadan merupakan agenda rutin kerja sama antara KPI dan MUI setiap tahun. Di akhir Ramadan, KPI dan MUI akan memberikan penghargaan terhadap program acara Ramadan terbaik.

Pada awal pertemuan, Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad memaparkan laporan pemantauan KPI Pusat terhadap tayangan bertemakan Ramadan.

Menurutnya, sebagian besar program Ramadan di 15 stasiun televisi yang dipantau KPI Pusat, dinilai membaik, meskipun masih ada beberapa pelanggaran terhadap P3SPS KPI pada beberapa program variety show.

Bentuk pelanggaran terkait dengan norma kesopanan, penghinaan, dan kesusilaan.

Idy berharap, lembaga penyiaran lebih kreatif lagi agar semangat Ramadan tetap terjaga.

"Kami beharap ke depan bentuk pelanggaran seperti ini sudah tidak terjadi lagi. Mari kita membangun konsensus bersama untuk memperbaiki tayangan televisi. Sepanjang komitmen itu ada, saya kira tidak berat dan saya optimistis Ramadan ke depan bisa lebih baik," kata Idy dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.

MUI melalui S. Sinansari Ecip mengatakan, pihaknya lebih fokus melakukan pemantauan terhadap program-program khusus agama dan HVSB.

HVSB merupakan singkatan dari horror, violence, sex, dan banyolan. Menurut MUI, membaiknya tayangan Ramadan pada periode 10 hari pertama tidak lepas dari kontrol cermat lembaga dan masyarakat, serta kesediaan lembaga penyiaran untuk bersama-sama memperbaiki diri.

Ecip mengkritik stasiun televisi yang kurang menampilkan program Ramadan pada waktu utama atau prime time.  Selain itu, jumlah acara-acara Islami untuk anak-anak dan remaja belum banyak. Dia berharap acara-acara Ramadan pekan berikutnya bisa lebih baik lagi dan tidak membosankan.

Di sela-sela diskusi, baik KPI maupun MUI berharap ke depannya stasiun televisi dapat memilih tayangan yang baik, menghibur dan berkualitas, sekaligus inspiratif bagi masyarakat.

"Tayangan inspiratif harus jadi pilihan ketimbang acara-acara banyolan yang tidak bermakna," tambah Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Agatha Lily.

Lily meminta lembaga penyiaran untuk menjaga kualitas Ramadan dengan tidak menayangkan hal-hal yang berisi kekerasaan, makian, saling mencela, melanggar norma kesopanan dan kesusilaan, serta merendahkan derajat sesama manusia.

Sepantasnya tayangan yang tampil adalah tayangan yang edukatif untuk menambah kualitas pengetahuan tentang nilai-nilai keagamanan kepada masyarakat.

Harapannya, kualitas yang baik ini bukan hanya di bulan Ramadan saja, juga dilanjutkan secara berkesinambungan agar kualitas siaran televisi Indonesia semakin baik.


(ROS)