Kuasa Hukum Bingung Praperadilan Kedua Ilham Arief Ditolak Hakim

Deny Irwanto    •    Kamis, 09 Jul 2015 19:18 WIB
praperadilan
Kuasa Hukum Bingung Praperadilan Kedua Ilham Arief Ditolak Hakim
Ilham Arief Sirajuddin. Foto: Wahyu Putro A/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Johnson Panjaitan, mengaku bingung dengan putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pasalnya, pengadilan menolak gugatan praperadilan kedua kliennya.

"‎Kami sangat menghormati putusan hakim, dalam keadaan bingung dan merasa bahwa putusan ini menimbulkan ketidakpastian dan ketidakadilan," ujar Johnson usai sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Kamis (9/7/2015).

Selain itu, Johnson juga mempermasalahkan kesaksian auditor BPK yang mengaku belum selesai mengaudit kerugian negara dalam kasus Ilham. Hal itu, kata Johnson, terungkap dalam persidangan sebelumnya.

"Hakim juga tidak mempertimbangkan fakta persidangan ketika auditor BPK mengatakan audit belum selesai. Tapi hakim mengatakan alat bukti sah karena ada kerugian negara, sementara yang memeriksa saja bilang belum," tandas Johnson.

Sebelumnya, Ilham Arief Sirajuddin kembali mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan dengan termohon KPK. Arief tak terima kembali dijadikan tersangka.

lham sempat lepas dari status tersangka setelah memenangkan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 12 Mei 2015 lalu. PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Ilham lantaran KPK dianggap tak cukup bukti dalam menetapkannya sebagai tersangka.

KPK kemudian kembali menetapkan Ilham menjadi tersangka dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Dia dijerat dengan kasus yang sama, yakni, dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Dalam kasus ini, Ilham Arief disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ilham Arief kembali membuat membuat perlawanan. Dia mengajukan praperadilan, sidangnya pun tengah bergulir di PN Jakarta Selatan.


(KRI)