Kapolri Duga Dua Pilot Hanya Simpatisan ISIS

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 09 Jul 2015 21:41 WIB
isis
Kapolri Duga Dua Pilot Hanya Simpatisan ISIS
Dua pilot yang diduga bergabung ISIS (Foto: The Intercept)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti angkat bicara soal mantan pilot Indonesia, Ridwan Agustin dari AirAsia, dan Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno diduga telah bergabung ke kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dia menilai, hal tersebut tak sepenuhnya benar.

"Keduanya sudah berada di Bogor (kantor BNPT) yang bersangkutan secara penyelidikan belum terkait dengan jaringan ISIS, mungkin juga hanya pendukung atau bersimpati," kata Badrodin di Gedung KPK, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Menurut dia, Polri masih berkoordinasi yang dengan BNPT dalam menangani perkara ini. "Jadi masih dalam proses pendalaman. Dugaan kita dia tidak terkait," jelas dia.

Badrodin menekankan, kasus masih diselidiki polisi dan keduanya tak bisa langsung dipidana hanya karena simpatisan ISIS. 

"Enggaklah (tidak dipidanakan)," pungkas Badrodin.

Organisasi pemantau perekrutan militan asing, Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), melaporkan adanya peningkatan tajam jumlah WNI yang bergabung dengan ISIS dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan IPAC keluar setelah muncul kabar dua pilot Indonesia yang bergabung dengan ISIS.

"Antara 1 Maret dan 1 Juni 2015, 44 WNI terbunuh di Suriah dan Irak," ucap Sidney Jones, Kepala IPAC di Jakarta, seperti dikutip The Intercept.

Dugaan ini muncul dalam laporan Kepolisian Federal Australia atau AFP, yang dibuat berdasarkan penyelidikan sejak September 2014. Kedua pilot itu bernama Ridwan Agustin dan Tommy Hendratno.

Ridwan dan istrinya diketahui sama-sama mantan pegawai maskapai AirAsia. Sementara Tommy dikenal sebagai mantan pilot militer yang dilatih di Paris dan bekerja untuk sebuah sekolah penerbangan lokal.

Dari 44 WNI yang terbunuh dalam laporan IPAC, disebutkan salah satunya adalah teman Ridwan di Facebook, Heri Kustyanto. Kustyanto atau dikenal dengan Abu Azzam Qaswarah Al Indonesy, menurut laporan IPAC, adalah satu dari tiga WNI yang berlatih dalam pasukan elite ISIS.


(MEL)