KY Akan Tindak Lanjuti Kasus Pelanggaran Etik Hakim Agung

Wandi Yusuf    •    Kamis, 09 Jul 2015 23:52 WIB
hakim agung
KY Akan Tindak Lanjuti Kasus Pelanggaran Etik Hakim Agung
Imam Anshori Saleh (MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Yudisial akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik salah satu hakim agung yang melibatkan keluarganya dan seorang pengacara dalam sebuah perkara hukum.

Komisioner KY, Imam Anshori Saleh, mengatakan memang ada laporan terkait dugaan bisnis yang dilakukan oleh hakim agung dengan pengacara, namun itu belum dilaporkan secara tertulis.

"Belum ada laporan tertulis ke KY, itu baru laporan melalui telepon, jadi belum bisa kita tindak lanjuti," kata Imam saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Namun, jika memang ada laporan secara tertulis dengan melampirkan bukti-bukti yang menguatkan, Imam menegaskan KY akan menindaklanjutinya. "Kita follow up kalau memang ada laporan tertulis, dan itu harus ada dasarnya laporan," jelas dia.

Sebelumnya dilaporkan ada seorang hakim agung yang diduga melakukan pelanggaran etik hukum karena melibatkan keluarganya dan seorang hakim bernama Safitri Hariyani Saptogino. Jika laporan tertulis dan bukti-bukti ada, Imam menegaskan KY akan menelusuri kasus tersebut.

Imam mengatakan, sebelumnya KY pernah mengusut kasus tersebut. Pengusutan dilakukan karena ada laporan dari masyarakat soal dugaan pelanggaran terkait bisnis rumah sakit. "Namun, saat itu kami tak melanjutkan karena belum menemukan bukti konkret," kata Imam.

KY mengaku belum menemukan aliran dana dari pihak lain ke hakim agung bersangkutan. Kemudian, apakah dari aliran dana tersebut betul-betul digunakan untuk membangun rumah sakit yang dimaksud. 

"Karena itulah, jika ada yang memiliki bukti kuat soal dugaan pelanggaran etik itu, laporkan langsung ke KY. Maka kita bisa melanjutkan pengusutannya kembali," kata Imam.

Seperti diketahui, muncul dugaan adanya kedekatan pengacara Safitri Hariyani Saptogino dengan sejumlah hakim agung. Pengacara itu dan keluarga hakim agung tersebut diduga berkongsi mengelola bisnis rumah sakit di Cikampek, Jawa Barat.

Media berupaya mengonfirmasi pengacara Safitri terkait tuduhan bisnis keluarga yang melibatkan majelis hakim MA itu, namun tidak mendapatkan jawaban.


(MEL)