Jokowi Tak Ingin Impor Bahan Pangan Lagi

Wanda Indana    •    Jumat, 10 Jul 2015 03:49 WIB
pangan
Jokowi Tak Ingin Impor Bahan Pangan Lagi
Ilustrasi swasembada pangan. (Ant/ Sahrul Manda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo akan memperkuat sektor partanian khususnya produk-produk pangan. Terutama, kelompok bahan makanan yang masih impor. Diungkapkan Jokowi, biayai kebutuhan pangan impor tahun ini sudah mencapai Rp230 triliun.

"Kita konsen masalah pangan, terutama produk pangan kita yang impor. Ini harus diselesaikan, impor sekitar Rp230 triliun, pangan kita impor," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (9/7/2015) malam. 

Jokowi menuturkan, meski produksi bahan pangan mengalami peningkatan, namun pemerintah tetap saja harus menggenjot produksi produk pangan.

Dia mengaku ingin membangun gudang super luas untuk menyimpan bahan makanan seperti yang ada di Uni Emirat Arab. Adanya gudang pemyimpanan bahan makanan kapasitas besar akan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan. 

"Kita ingin membangun. Saya pernah lihat Uni Emirat Arab, gudangnya besar, di dalamnya komplit, ada bahan makanan yang bisa disimpan setahun, dua, tiga tahun, daging, beras, sayur, besar sekali. Kalau mau stok buah, stok daging, harus pakai jaket. Kenapa kita tidak punya itu? Sehingga saat panen bisa disimpan di sana, sehingga stabilitas harga bisa dikendalikan,"  

Untuk mewujudkan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan menambah alokasi anggaran sektor pertanian. Dia menginginkan, pembangunan infrastruktur segera dirampungkan agar ongkos distribusi logistik menurun. Kata dia, distribusi bahan pangan harus merata, agar tidak terjadi inflasi bahan makanan antar daerah atau pulau.

"Anggaran pertanian tahun kemarin Rp15 triliun, sekarang Rp31 triliun. Tahun depan Rp46 triliun, karena kita ingin konsen ke sana. Distribusi logistik bisa dikelola dengan baik. Dari sisi APBN kita punya kemauan untuk itu. Tapi kelemahan kita, pada manajemen birokrasi," pungkasnya.


(MEL)