Soal Pilot AirAsia, Kapolri: Kita Belum Temukan Keterlibatan Jaringan ISIS

Githa Farahdina    •    Jumat, 10 Jul 2015 12:04 WIB
wni gabung isis
Soal Pilot AirAsia, Kapolri: Kita Belum Temukan Keterlibatan Jaringan ISIS
Dua pilot yang diduga bergabung ISIS (Foto: The Intercept)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri masih menyelidiki dugaan bergabungnya dua warga Indonesia (WNI) yang dituduh bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS). Polisi tak mengabaikan WNI yang bekerja sebagai pilot AirAsia itu.
 
"Dari sisi jaringan, kita belum menemukan kaitannya dengan jaringan ISIS yang ada di sini. Itu penyelidikan yang kita lakukan," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015).
 
Hasil penyelidikan sementara memang menyebut kedua ex-pilot AirAsia itu sering menyampaikan dukungan terhadap ISIS melalui sosial media, Facebook. Namun, keduanya bukan pengikut ISIS. Mereka hanya bersimpati terhadap perjuangan ISIS.
 
"Dari kejadian itu, AFP (Australian Federal Police) menilai yang bersangkutan itu ISIS. Sekarang persoalannya, apakah dia pernah ke Suriah? Ini yang kita sedang lakukan penyelidikan," tegas Kapolri.
 
Badrodin menegaskan, satu di antara ex-pilot hingga saat ini masih berada di Bogor, Jawa Barat. "Tidak di Suriah. Itu yang kita tahu. Tetapi penyelidikan ini masih terus dilakukan," ujarnya.
 
Seperti diketahui, organisasi pemantau perekrutan militan asing, Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), melaporkan adanya peningkatan tajam jumlah WNI yang bergabung dengan ISIS dalam beberapa bulan terakhir.
 
"Antara 1 Maret dan 1 Juni 2015, 44 WNI terbunuh di Suriah dan Irak," ucap Sidney Jones, Kepala IPAC di Jakarta, seperti dikutip The Intercept.
 
Pernyataan IPAC keluar setelah muncul kabar dua pilot Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Dugaan ini muncul dalam laporan Kepolisian Federal Australia atau AFP, yang dibuat berdasarkan penyelidikan sejak September 2014.
 
Kedua pilot itu bernama Ridwan Agustin dan Tommy Hendratno. Ridwan dan istrinya diketahui sama-sama mantan pegawai maskapai AirAsia.
 
Sementara Tommy dikenal sebagai mantan pilot militer yang dilatih di Paris dan bekerja untuk sebuah sekolah penerbangan lokal.
 
Dari 44 WNI yang terbunuh dalam laporan IPAC, disebutkan salah satunya adalah teman Ridwan di Facebook, Heri Kustyanto. Kustyanto atau dikenal dengan Abu Azzam Qaswarah Al Indonesy, menurut laporan IPAC, adalah satu dari tiga WNI yang berlatih dalam pasukan elite ISIS.


(FZN)