IPW: Polisi dan Jaksa Harus Mundur dari Seleksi Capim KPK

Krisiandi    •    Jumat, 10 Jul 2015 14:05 WIB
capim kpk
IPW: Polisi dan Jaksa Harus Mundur dari Seleksi Capim KPK
Neta S Pane. Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengatakan polisi dan jaksa yang ikut seleksi calon pimpinan KPK seharusnya mengundurkan diri. Dia mengungkap tiga alasannya. 

"Pertama, masuknya polisi dan jaksa dalam komposisi pemimpin KPK akan menjadi antilogika. Sebab, berdirinya KPK akibat tidak mampunya Polri dan Kejaksaan dalam menangani kasus-kasus korupsi, sehingga logikanya komposisi pimpinan KPK harus bebas dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan," ujar Neta melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2015).

Kedua, sambung dia, unsur Kepolisian dan Kejaksaan yang ikut dalam seleksi capim KPK tidak pernah menunjukkan prestasi maksimal dalam pemberantasan korupsi, terutama di institusi internalnya. Padahal, mereka sempat memegang jabatan strategis.

"Ketiga, jika memang punya kapasitas dalam pemberantasan korupsi, mereka tak perlu repot-repot ikut seleksi di KPK, mereka bisa tetap di institusinya, di Polri dan Kejaksaan,  untuk memperkuat upaya penanganan kasus-kasus korupsi dan pemberantasan korupsi di institusinya," paparnya. 

Neta berharap Pansel KPK mau memahami sejarah berdirinya KPK sehingga tidak ceroboh meloloskan unsur Kepolisian dan Kejaksaan. Pansel KPK juga jangan membiarkan KPK menjadi 'tempat mainan' atau tempat mencari kerja para pensiunan atau para calon purnawirawan.

IPW juga berharap para polisi dan jaksa yang ikut seleksi capim KPK tahu diri dengan kapasitas, kapabilitas, dan track recordnya dalam pemberantasan korupsi. Mereka harus berjiwa besar untuk segera mengundurkan diri.

"Sebab, saat ini harapan publik terhadap KPK sangat besar agar bisa benar-benar profesional dalam pemberantasan korupsi, sehingga bangsa Indonesia benar-benar bisa bebas korupsi," ucapnya. 



(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA