Pengamat: Dampak Krisis Yunani ke Sektor Energi Tidak Besar

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 10 Jul 2015 14:28 WIB
ekonomi indonesia
Pengamat: Dampak Krisis Yunani  ke  Sektor Energi Tidak Besar
Pengamat Energi Fabby Tumiwa menilai imbas dari krisis yang melanda Yunani saat ini juga akan dirasakan industri sektor minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Energi Fabby Tumiwa menilai imbas dari krisis yang melanda Yunani saat ini juga akan dirasakan industri sektor minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

Menurut dia, dampak yang terjadi tidak terlampau besar karena krisis Yunani ini adalah persoalan likuiditas dan beban utang. Sedangkan persoalan yang terjadi di sektor migas adalah ketidakstabilan harga minyak dunia.

"Menurut saya dampaknya tidak besar. Krisis Yunani itu persoalan likuiditas dan beban utang. Persoalan di sektor migas adalah harga minyak dunia yang tidak stabil dan cenderung rendah," kata Tumiwa saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat (10/9/2015).

Ia menjelaskan akibat likuiditas dan beban utang tersebut berdampak pada perlambatan ekonomi global. Jadi beberapa transaksi minyak akan mengalami stagnan.

"Permintaan minyak global relatif stagnan karena perlambatan ekonomi global khususnya di Asia," jelas dia.

Ia menjelaskan, dampak lain yang dialami adalah perusahaan-perusahaan minyak lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan lebih menjaga tingkat produksi minimum.

"Hal ini membuat perusaahaan minyak hati-hati dalam membuat keputusan eksplorasi dan menjaga tingkat produksi minimum," pungkas dia.

Sebagai informasi, Yunani terbelit utang yang begitu besar dan diharuskan mengembalikan pinjaman kepada IMF. Sebelumnya, IMF telah memberikan pelonggaran namun sayangnya pemerintah Yunani menolak dan berdampak pada gagal bayarnya Yunani.

 


(SAW)