Persentase BUMD Blok Mahakam Masih Butuh Divaluasi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 10 Jul 2015 16:55 WIB
blok mahakam
Persentase BUMD Blok Mahakam Masih Butuh Divaluasi
Ilustrasi blok Mahakam -- FOTO: Antara/Hermanus Prihatna

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Menteri ESDM Widyawan menilai masih diperlukan valuasi besaran porsi pembagian saham di Blok Mahakam. Hal ini terkait pernyataan Gubernur Kalimantan Timur yang menyatakan menerima porsi pembagian saham sebesar 10 persen.

"Itu kan nanti ada valuasi. Belum (diputuskan)," kata Widyawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Dia menjelaskan, untuk perhitungan persentase porsi pembagian saham tersebut sebenarnya mudah. Di mana akan terlihat seberapa besar investasi yang akan dikeluarkannya.

"Ya sebenarnya kalau hitung-hitungan sederhana kan mudah. Berapa kandungan yang masih ada, berapa yang masih bisa diproduksi. Berapa tahun kan bisa. Tinggal ambil persentase dari itu," jelas dia.

Dia menambahkan, untuk masalah ini seharusnya Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) yang menjelaskan. Namun, Ia yakin dengan menggunakan jasa independen, proses valuasi ini dapat terselesaikan dalam waktu tiga bulan.

"Nanti ada yang menghitung secara independen. SKK Migas yang ngomong. Ada yang procurement. Itu bisa dilakukan tiga bulan kok. Itu dibiayai Pertamina, jadi dia enggak usah menyediakan investasi. Investasi kan harus kembali. Teknik saya tidak tahu tanyakan ke Pertamina," lanjut dia.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam sempat menyatakan besar Participating Interest (PI) untuk BUMD sudah ditetapkan pemerintah maksimal 10 persen. Sehingga tepat jika BUMD menerima 10 persen pembagian saham atas Blok Mahakam.

"Sepanjang yang saya tahu, PI untuk BUMD sudah ditetapkan pemerintah maksimal 10 persen," ujar Syamsu saat dikonfirmasi Metrotvnews.com.

Dia mengatakan investasi 10 persen yang akan dibiayai tersebut bila dihitung akan mencapai USD250 juta. "Investasi di Blok Mahakam setiap tahun berkisar antara USD2 miliar sampai USD2,5 miliar," pungkas Syamsu.


(AHL)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

11 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA