Ahok Pastikan Gaji Dokter Honorer bakal Lebih dari Rp7,5 Juta per Bulan

- 12 April 2013 18:19 wib
MI/Rommy Pujianto/cs
MI/Rommy Pujianto/cs

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memastikan upah dokter status honorer di Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) akan dinaikkan 1,8 kali dari besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) pekerja DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta.

Kebijakan pemprov itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD milik Pemprov DKI.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI, Jumat (12/4), menambahkan upah dokter honorer yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI serta bekerja di Puskesmas dan RSUD akan dinaikkan.

“Pokoknya gaji naiklah. Dokter honorer itu akan naik 1,8 kali dari nominal UMP DKI 2013 plus ada tunjangan tambahan lainnya. Yang jelas gaji mereka akan di atas gaji sopir TransJakarta,” kata Ahok.

Penaikan upah tersebut hanya diperuntukkan bagi dokter honorer atau non-PNS. Sedangkan dokter yang sudah PNS tidak akan mengalami penaikan gaji. Rencana ini akan segera direalisasikan pada pekan depan, sehingga para dokter honorer dapat menikmat upahnya semakin besar.

“Berapa jumlahnya? Pokoknya di atas gaji sopir bus Trans-Jakarta sebesar Rp7,5 juta per bulan,” ujarnya.

Kepala Dinkes DKI Dien Emmawati membenarkan upah tenaga medis non-PNS atau honorer dinaikkan. Selain menaikkan komponen upah dan tunjangan, juga akan diberikan asuransi pensiun dan kesehatan.

“Jadi kami mau berikan level yang sama dengan tenaga medis yang sudah menjadi PNS. Minimal levelnya harus sama. Mereka kan dokter juga, sama-sama kerja, walaupun PNS dan non-PNS,” kata Dien.

Rencana tersebut telah disampaikannya kepada Wagub DKI dan telah disetujui, karena tujuannya untuk meningkatkan kinerja dokter. Kalau dokter memiliki penghasilan yang baik, diharapkan akan memberi pelayanan yang baik dan optimal kepada pasien.

“Pasti melayani pasiennya tidak cemberut lagi. Kalau gajinya hanya Rp1,8 juta per bulan, pasti cemberut. Masa gaji segitu harus layanin 150 pasien setiap hari. Ya mudah-mudahan nanti kalau ada penaikan upah, mereka akan bekerja lebih semangat lagi melayani masyarakat,” ujar Dien.

Tenaga medis atau dokter akan menerima kenaikan upah, lanjutnya, adalah para dokter yang bekerja di bawah naungan Dinkes DKI dan non-PNS. Saat ini, komposisi dokter non-PNS ada 60% dan dokter sudah PNS sebanyak 40%.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 1199, gaji pokok tenaga medis adalah 1,8 kali UMP. Saat ini, UMP DKI 2013 sebesar Rp2,2 juta ditambah dengan tunjangan sebesar 0,2% dari gaji pokok. Tidak hanya itu, akan ditambah asuransi pensiun dan kesehatan.

“Tenaga medis non-PNS kalau sakit, siapa yang nanggung selama ini? Kalau dia berobat di puskesmas pakai rekomendasi dari kita, tidak baiklah seperti itu. Kan enggak enak, PNS gajinya gede padahal mereka sama-sama periksa pasien,” tuturnya.

Menurut dia, penaikan upah dokter honorer akan dilakukan sejak Mei. Nanti akan dirapel kekurangannya dari Januari hingga April 2013. “Yang penting sekarang layanan kepada pasien jangan dinomorduakan lagi,” tegasnya. (Selamat Saragih)

()

PPP--Antara/Putra Mahesa

Mengapa PPP Jadi "Idola" Partai Besar?

25 April 2014 10:19 wib

PASCA Partai Persatuan Pembangunan mencapai islah dalam konflik internalnya, dan menegaskan diri belum…