Selain Ridwan Kamil, Kejati Jabar Periksa 4 Anggota BCCF

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 11 Jul 2015 05:56 WIB
ridwan kamil
Selain Ridwan Kamil, Kejati Jabar Periksa 4 Anggota BCCF
Walikota Bandung Ridwan Kamil (Foto:Ant)

Metrotvnews.com, Bandung: Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berencana akan memanggil Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil terkait alokasi Dana hibah pada tahun 2012 untuk Bandung Creative City Forum (BCCF) usai lebaran. Selaian itu, empat orang dari BBCF pun dimintai keterangan oleh Kejati Jabar terkait dana tersebut.

Hal itu diakui Ketua BCCF, Fiki Satari. Menurutnya, Kejati Jabar tengah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terkait dugaan penggelapan dana bantuan dari Pemkot Bandung tahun 2012 sebesar Rp1.3 miliar untuk melakukan beberapa kegiatan.

"Betul ada, saya perlu sampaikan. Termasuk saya yang dipanggil. Dan dari apa yang kami sampaikan intinya adalah semua kronologis dan kami laporkan semua pelaporan ke Pemkot. Dari mulai pelaksanaan dan dana hibah sebesar Rp1,3 miliar," ujar Fiki saat jumpa pers di kantor BCCF, Jalan Taman Cibeunying Selatan No.5, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2015).

Fiki mengatakan, terkait pemanggilan tersebut baik dirinya dan ketiga rekannya memberikan keterangan terkait segala pemasukan dan pengeluaran yang diakuinya dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu, Fiki pun menjelaskan terkait penggunaan aloikasi dana Rp44 juta yang sebelumnya diberitakan dibeberapa media sebesar Rp44 miliar, 

"Nilainya bukan Rp44 miliar, tapi Rp44 juta. Itu untuk yang HAKI pun dibagi menjadi dua kegiatan sebenarnya, selain pendaftaran merek (logo) dalam hal ini HAKI ini ada empat merek dengan 18 kelas yg didaftarkan plus ada kegiatan yang memang pembelian domain, pembuatan website dan maintenance website tersebut selama satu tahun," jelasnya.

Selain itu, ia pun menepis kabar bahwa kegiatan yang selama ini dilakukan tidak terdaftarkan ke HAKI. Karena, lanjut dia, BCCF telah menerima anggaran sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) serta mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

"Pemberitaan sebelumnya HAKI tidak di daftar, tapi nyatanya kami daftarkan dan bisa dicek di website Dirjen HAKI. Ini perlu kami luruskan. Semua sudah sesuai, laporannya pun kita lakukan bertahap selama dua kali, termasuk memberikan laporan kepada Pemkot dan Pemkot sudah menerima laporan dari kita. Selain itu, untuk audit BPK juga kita serahkan dimana laporan pertama tidak ada masalah dan yang kedua ke Pemkot Bandung dan tidak ada masalah juta," imbuhnya.

Sementara itu, alokasi dana hibah sebesar Rp1,3 miliar diakui Fiki untuk melakukan beberapa kegiatan bermasyarakat. Salah satunya kegiatan pemberdayaan masyarakat serta kegiatan yang bersifat sosial lainnya.

"Ada empat kegiatan yang harus kita lakukan dengan anggaran tersebut kurang, salah satunya program kampung kreatif yang dilakukan selama enam bulan," tuturnya.


(ALB)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA