Tiga Desa di Banyuwangi Terguyur Hujan Abu Gunung Raung

Patricia Vicka    •    Sabtu, 11 Jul 2015 06:08 WIB
gunung raung
Tiga Desa di Banyuwangi Terguyur Hujan Abu Gunung Raung
Kepulan asap solfatara terlihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (7/7). (Foto:Ant)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tiga desa di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur terkena hujan abu akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung.

“Ketiga Desa itu adalah Desa Telemung Kec. Wongsorejo, Desa Bulusari Kec. Kalipuro, dan Desa Tamansari, Kec. Licin. Ketiganya terguyur hujan abu tipis,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  melalui pesan singkat di Yogyakarta, Jumat (10/9/2015).
 
Berdasarkan pantauan, sepanjang hari ini, aktifitas Vulkanik Gunung Raung yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, Provinsi Jawa Timur masih tinggi.

“Hari ini ada asap putih-kelabu, tekanan lemah-sedang, dan erupsi berupa letusan abu dan lontaran material pijar yang disertai suara gemuruh,” tambahnya.

Sutopo menambahkan tinggi asap disertai abu vulkanik 400-500 meter melaju ke arah tenggara. “Terdengar suara dentuman-gemuruh lemah-kuat. Berdasarkan seismik tremor menerus dengan amplitudo 6-32 mm, dimana dominan 29 mm. Tremor yang menerus ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma encer dari bawah Kawah G. Raung,” jelasnya.

Hingga kini status Gunung Raung masih level III (Siaga) dan radius 3 KM di sekitarnya dinyatakan sebagai zona terlarang. “Tipe erupsi Gunung Raung adalah gunung strombolian yaitu gunung api yang letusannya mengeluarkan lava yang cair tipis, tekanan gas yang sedang, dan letusannya mengeluarkan material padat, gas, serta cairan,” papar Sutopo.

Namun pihaknya belum bisa memprediksi kapan erupsi berakhir. “umumnya letusan ini tidak terlalu kuat, namun bersifat terus menerus, dan berlangsung lama. Tidak dapat diprediksi kapan erupsi berakhir,” tukasnya.

Sebelumnya akibat semburan abu Gunung Raung ada lima bandara yang ditutup.Berdasarkan berdasarkan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan ke 5 bandara yang ditutup yaitu  Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember


(ALB)