Dua Poin Ini, Ahok Minta Wasit Putuskan Duel antara Dirinya dan BPK

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 11 Jul 2015 07:17 WIB
ahokbpk
Dua Poin Ini, Ahok Minta Wasit Putuskan Duel antara Dirinya dan BPK
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Foto: MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan kekesalannya terhadap Badan Pemeriksa Keuangan. Setidaknya ada dua poin yang menjadi sumber kekesalannya dan ia berharap ada wasit yang harus memutuskan pertikaian antara dirinya dan BPK.

Ahok, sapaan akrab Basuki mengatakan BPK tidak menyerahkan laporan keuangan Pemprov DKI tahun ini, tidak sesuai dengan tradisi yang sudah berlangsung lama. Laporan itu, tidak ia terima dalam forum paripurna.

"Pernah enggak seluruh Indonesia, BPK menyerahkan hasil pemeriksaan tidak kepada gubernur di paripurna (DPRD). Coba kamu cek. Kenapa dia enggak mau kasih ke saya (di paripurna)," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/7/2015).

Ahok juga sempat menanyakan langsung kepada Sekretaris Dewan Ahmad Sotar Harahap. Pertanyaan itu sengaja dilontarkannya, karena ia takut lupa tradisi pemberian laporan dilakukan di paripurna atau tidak. Namun, Ahok tak puas dengan jawaban Sotar yang tidak tegas tersebut.

Ahok merasa yakin hal itu dibagikan BPK kepada kepala daerah dalam forum paripurna, karena setelah konfirmasi kepada Joko Widodo yang pernah menjabat kepala daerah juga.

"Kedua, pernah enggak, sebelum jadi buku (laporan penilaian), konsultasi dulu? Anda bukan Badan pemeriksa kesalahan lho. Bukan pula pencari kesalahan. Anda Badan Pemeriksa keuangan kasih tahu kita dong. Mana yang kurang (data atau buktinya). Kita akan kirim. Tapi Anda tidak lakukan," terang Ahok.

Ahok menegaskan, sebelum BPK mengeluarkan laporan, seharusnya meminta bukti yang menjadi catatan kekurangan terkait keuangan Pemprov DKI. Ahok yakin, jika diminta, pihaknya pasti melengkapi sejumlah bukti sebagai penjelasan kekurangan tersebut.

"Nah, sekarang buktinya itu, dia enggak terima. Tapi langsung masukin (sebagai laporan). Jadi malah tendesius kan. Jadi tuduh-menuduhkan. Karena dia berpikir, siapa yang berani lawan BPK 'Allah maha kuasa'. Terus siapa jadi wasitnya, kalau saya lawan dia. Bukti udah nyata kok," sesal Ahok.

"Saya kumpulin bukti. Silakan Anda ngomong. Karena saya juga sadar, siapa yang akan jadi wasit antara saya dengan BPK, lembaga tinggi negara. Tapi bukan seenaknya. Coba diaudit. Kita buka sama-sama," tantang dia.


(ALB)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

11 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA