Dewan Cantik dari PKB ini Enggan Maju Pilkada karena MK

Surya Perkasa    •    Sabtu, 11 Jul 2015 07:21 WIB
mahkamah konstitusi
Dewan Cantik dari PKB ini Enggan Maju Pilkada karena MK
Anggota Komisi VIII DPR Arzetti Bilbina Setyawan -- Antara/Teresia May

Metrotvnews.com, Jakarta: Amar Putusan Mahkamah Konstitusi mewajibkan anggota DPR, DPD, DPRD untuk mundur dari jabatannya saat mencalonkan diri di Pilkada Serentak. Putusan ini membuat beberapa kandidat urungkan niatnya untuk maju di gelaran Pilkada Serentak 2015 ini.

Salah satunya politikus cantik dari PKB, Arzetti Bilbina Setyawan.

Mantan model yang kini duduk di Komisi VIII DPR ini awalnya didorong PKB untuk maju bersaing di Pemilihan Walikota Surabaya. Namun, kini Arzetti tegas menolak untuk bersaing dengan Tri Rismaharini yang menjadi kandidat terkuat.

"Aku fokus di Senayan saja (jadi anggota DPR)," kata Arzetti kepada media, Jumat 10 Juli 2015.

Arzetti yakin keputusannya ini bakal ditiru oleh sebagian besar dewan di pusat ataupun daerah. Sebab menurut dia, dipastikan partai pengusung mereka akan berpikir dua kali dan memastikan kadernya menang karena besarnya pertaruhan.

"Bukan hanya PKB saja yang mundur," tegas dia.

Mahkamah Konstitusi menghapus Pasal 7 huruf (s) UU Nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada. Pasal ini dinilai bertentangan dengan Pasal 28 (j) ayat 2 UU 1946 dan dinilai diskriminatif kepada TNI, Polri dan PNS yang ingin maju.

Berbeda dengan TNI, Polri dan PNS, dewan hanya diwajibkan untuk memberitahukan pencalonan dirinya dan tidak perlu mengundurkan diri. Bila tidak terpilih dalam Pilkada, dewan bisa kembali duduk di kursinya. Namun kini, dewan diharuskan mundur saat sah menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2015


(ALB)