Kelurahan Lebak Bulus Tak Tahu Ada Tanah Milik BUMD

LB Ciputri Hutabarat    •    Sabtu, 11 Jul 2015 08:16 WIB
kali pesanggrahan
Kelurahan Lebak Bulus Tak Tahu Ada Tanah Milik BUMD
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Lebak Bulus, Eko Yuliono (Foto:MTVN/Ciputri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Lebak Bulus, Eko Yuliono mengaku tak tahu menahu perihal kepemilikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di area normalisasi Kali Pesanggrahan. Pihaknya hanya mengetahui bahwa tanah yang sekarang dipermasalahkan adalah milik warga.

"Saya juga tidak tahu itu punya BUMD. Katanya itu tanah punya BUMD Sarana Jaya. Yang datang ke kelurahan dulu mengaku kalau itu tanah milik warga," kata Eko kepada Metrotvnews.com di Jalan Manunggal Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015).

Eko menjelaskan, untuk kelurahan, proyek yang berjalan sekitaran tahun 2013 ini ditangani langsung oleh Lurah Arif Abidin yang juga merupakan sebagai salah satu anggota Tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) proyek normalisasi Kali Pesanggrahan.

Saat itu, diketahui salah satu tersangka, Damiri yang juga merupakan ketua RW 03 langsung mendatangi kelurahan untuk mengurus soal pembebasan lahan. Padahal, tanah yang bermasalah saat itu terletak pada RT 02/RW 04.

"Damiri hanya berhubungan dengan Lurah dan staffnya lurah waktu itu. Saya juga enggak tahu bagaimana ceritanya ketua RW 03 mengurus lahan RW 04. Sejak 2014 Lurah Arif sudah pindah," ungkapnya.

Eko menegaskan, dirinya tak menerima informasi apapun soal lahan Sarana Jaya. Dia mengaku, baru tahu soal kepemilikan Sarana Jaya saat kasus ini sudah mulai terbongkar.

"Pertama tidak tahu, setelah kasus ini ada saya baru tahu yang kita terima bukan data itu (milik BUMD). Tapi hanya data rekapan seberapa luas area kelurahan Lebak Bulus yang terkena normalisasi," terangnya.

Dalam normalisasi kali Pesanggrahan, Eko menjelaskan, area Kelurahan Lebak Bulus yang terkena proyek adalah sepanjang ujung daerah Cinere sampai dengan Hotel Asri, Lebak Bulus. Diakuinya banyak tanah warga yang memang harua diurus untuk menyelesaikan normalisasi itu.

Diketahui, Sarana Jaya merupakan BUMD DKI Jakarta yang memiliki lahan di Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan sejak tahun 1974. Namun, lahan itu diakui sebagai lahan warga. Sekitaran tahun 2013 pemda harus membeli lahan itu seharga Rp32,8 milyar.


(ALB)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA