Yunani Ada Harapan, Dow Jones Meroket 211 Poin

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 11 Jul 2015 10:11 WIB
wall street
Yunani Ada Harapan, Dow Jones Meroket 211 Poin
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Brendan McDermid

Metrotvnews.com, Jakarta: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dengan indeks utama berakhir lebih dari satu persen. Ini terjadi di tengah harapan Yunani yang akan mampu mengamankan dana segar pada pertemuan mendatang, serta memungkinkan untuk menghindari kebangkrutan dan tetap berada di zona euro.

Indeks berakhir di sesi tertinggi mereka setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen berharap The Fed untuk menaikkan suku bunga di beberapa titik tahun ini, sementara mengekspresikan kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS masih lemah.

Reuters melansir, Sabtu (11/7/2015), indeks Dow Jones Industrial Average naik 211,79 poin atau 1,21 persen menjadi 17.760,41, S & P 500 naik 25,31 poin atau 1,23 persen ke 2.076,62, serta Nasdaq Composite menguat 75,30 poin atau 1,53 persen ke 4.997,70.

Untuk pekan ini, indeks Dow Jones telah naik 0,17 persen. Sedangkan S & P turun 0,01 persen dan Nasdaq berakhir turun 0,23 persen pada penurunan mingguan ketiga. Ekuitas saham tertekan pada awal pekan ini akibat perlambatan di Tiongkok, karena harga komoditas yang lemah dan ketidakpastian atas krisis utang Yunani.

Wall Street juga didukung oleh pemulihan lanjutan di pasar ekuitas Tiongkok yang dibantu oleh rentetan langkah dukungan pemerintah. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan negara itu akan membuat perubahan yang lebih bertarget untuk mendukung perekonomian dan berjanji untuk meningkatkan transparansi modal dan pasar uang Tiongkok.

Selain itu, penguatan Dow Jones cs ini juga didukung musim pendapatan kuartalan AS yang dimulai minggu ini, di mana Pepsi dan Alcoa melaporkan perkiraan penjualan yang lebih baik. Namun, pendapatan perusahaan diperkirakan telah jatuh 3,1 persen pada kuartal kedua.

Adapun sebanyak 5,67 miliar lembar saham diperdagangkan di semua platform AS dibandingkan dengan rata-rata per bulan sebesar 7,03 miliar lembar saham, demikian menurut data pertukaran BATS.


(AHL)