Tak Daftarkan Karyawan, Perusahaan Bandel Diawasi BPJS Ketenagakerjaan

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 11 Jul 2015 10:41 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Tak Daftarkan Karyawan, Perusahaan Bandel Diawasi BPJS Ketenagakerjaan
Paparan direksi BPJS Ketenagakerjaan. FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar

Metrotvnews.com, Bandung: BPJS Ketenagakerjaan telah menyiapkan 127 pengawas untuk mengawasi perusahaan bandel yang tidak mendaftarkan karyawannya untuk menjadi perserta dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami akan awasi perusahaan yang tidak ikut perserta BPJS Ketenagakerjaan, karena kami diberikan kewenangan dari negara untuk mengawasi urusan tersebut," urai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya, ketika ditemui usai acara buka puasa bersama media & pemaparan kinerja BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Hilton, Bandung, Jumat (10/7/2015) malam.

Menurut dia, sebanyak 127 pengawas sudah memiliki sertifikat sebagai lembaga untuk mengawasi. Sehingga, pengawas tersebut bukan sembarangan orang, tapi sudah melalui proses seleksi yang lebih baik. Adapun mekanisme pengawasan ini meliputi pengiriman surat, pemeriksaan, menindaklanjuti perusahaan, barulah diberikan sanksi.

"Jadi kita panggil tim 'wasrik' yaitu pengawas dan pemeriksaan. Tim wasrik ini juga tidak akan berjalan sendiri, mereka (tim wasrik) berada di bawah naungan legal langsung. Nah, legal sendiri harus mengikuti aturan dari Direktur Utama (Dirut) yang memberikan wewenang, jadi kita maping dulu, bukan secara asal-asalan," tutur dia.

Tim wasrik, lanjut dia, mereka akan menggunakan seragam yang tidak sama dengan karyawan yang lain. Hal itu dikarenakan ada perbedaan dan tidak bakal diduga oleh banyak perusahaan.

Dengan adanya tim wasrik yang melakukan pengawasan penyelidikan, dia menambahkan, maka jumlah aset, total dana investasi dan lainnya yang dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan akan mengalami peningkatan yang lebih baik, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA