Tersangka Kasus Korupsi Lahan Depok Bertambah

- 13 April 2013 03:42 wib
Antara/Ujang Zaelani/vg
Antara/Ujang Zaelani/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkapkan, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan bagi pegawai Pertamina di Tapos, Depok, senilai Rp7 miliar, bertambah satu orang. Yakni, TR,55, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Depok. Dengan demikian, tersangka menjadi tiga orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Jumat (12/4), TR diperiksa untuk perkara yang berbeda dalam kasus yang  sama. Namun, ia masih enggan menjelaskan peran si tersangka lebih dalam lantaran masih menunggu perkembangan penyidikan di Polres Depok.

Dua pejabat Depok lain yang sudah ditetakan sebagai terssngka ykni, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok Agus Gunanto (ditahan pada 5 Maret), dan Ukar Kosasih (ditahan 3 April).

Berdasarkan data Media Indonesia (Rabu, 10/4), Mantan Lurah Lewinanggung, Kecamatan Tapos, Munir, mengatakan, Agus dan Ukar ditahan karena terlibat perkara pengadaan tanah untuk pegawai Pertamina senilai Rp7 miliar di Blok Rawa Lele RT 002 RW 06 Kelurahan Lewinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Dikatakan, Agus dijerat dalam kapasitasnya sebagai Camat Cianggis ada 2009 dan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT).

Ia dituding bersekongkol dengan sejumlah pihak, baik pihak di lingkungan internal Pemerintah Kota Depok maupun pihak luar, untuk meperkaya diri.

Munir juga diperiksa karena Agus sempat menitipkan uang Rp400 juta untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada 21 warga penggarap di Blok Rawa Lele RT 002 RW 06 Kelurahan Lewinanggung.

Menurutnya, uang ganti rugi ini sangat rendah mengingat lahan seluas 2 hektare dijual berdasarkan harga nilai jual obyek pajak (NJOP) sebesar Rp350 ribu per meter persegi. Ganti rugi sebenarnya seharusnya paling sedikit Rp5 miliar.

Rikwanto menambahkan, penanganan kasus dan penahanan Para tersangka dilakukan oleh Polres Depok. Polda Metro Jaya hanya memberi bantuan penyidikan kepada Polres.

Selebihnya, keseluruhan kasus ada di tangan wilayah. "Kita sekedar memberikan bantuan. Enggak ada itu penahanan di kita," dalihnya. (Arif Hulwan)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…