Pangkas Dwelling Time, Menhub Minta Menko Maritim Terbitkan Keputusan

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 12 Jul 2015 10:41 WIB
dwelling time
Pangkas <i>Dwelling Time</i>, Menhub Minta Menko Maritim Terbitkan Keputusan
Menhub Ignasius Jonan (kanan) (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berpandangan bahwa waktu dwelling time bisa dipercepat dari waktu yang ada sekarang ini jika sudah diterbitkan keputusan terkait Otoritas Pelabuhan (OP).

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan, penurunan waktu dwelling time bisa dilakukan jika Menteri Kordinasi Bidang Kemaratiman Indroyono Soesilo bisa mengeluarkan satu keputusan. Keputusan tersebut penting karena proses ini melibatkan 18 kementerian dan lembaga terkait.

"Jadi, penguatan OP ini yang pimpin penurunan waktu dwelling time Pak menko, karena ada 18 kementerian lembaga. Saya sudah bilang ke Pak Menko tolong diterbitkan satu keputusan," kata Jonan, di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta, Sabtu (11/7/2015).

Dengan adanya peraturan tersebut, Jonan yakin objek kepala otoritas pelabuhan dapat dikoordinir semua olehnya. Ia juga menjelaskan dengan diperkuatnya OP maka kordinator proses dwelling time bisa dilakukan dengan cepat.

"OP yang koordinator bisa cepat. Nanti kalau begini, dimarahin baik, lalu lupa baik lagi. Jadi, ini harus ada satu sistem supaya dwelling time bisa lebih cepat," jelas dia.

Lebih lanjut jonan menginginkan agar proses dwelling time ini seperti proses pembuatan STNK di Samsat yang sekarang sudah satu atap.

"Kalau saya lebih suka modelnya kayak samsat ngurus STNK itu. Dulu mengurus STNK ada Dispenda, Polisi, macam-macam dan sebagainya. Sekarang sudah pengurusannya satu atap saja. Dwelling time pun begitu. Saat ini sedang perbaikan. Itu saya sudah bilang ke Pak Menko. Buat keputusan OP ini jadi kordinator semua," pungkas dia.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA