Tambah Libur Lebaran, Ahok: PNS DKI Harus Siap Dihukum

Wanda Indana    •    Senin, 13 Jul 2015 11:03 WIB
mudik lebaran 2015
Tambah Libur Lebaran, Ahok: PNS DKI Harus Siap Dihukum
PNS DKI Jakarta. (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak menaati waktu libur Lebaran 2015. PNS yang melanggar tidak akan mendapat TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) selama satu hingga tiga bulan.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama meminta PNS DKI tidak menambah libur Lebaran. "Biasanya sih atasannya sudah tahu. Selama liburan atau mudik tidak pakai hari kerja tidak masalah. Kecuali mau pakai hari kerja lebih, dia harus cuti," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku tak mau ambil pusing sanksi yang akan diberikan bagi PNS yang membolos. Kata dia, sudah ada aturan yang mengatur pemberian sanksi kepada PNS yang bolos bekerja.
 
"Aku tidak urusin dia mau pulang kampung, mau di rumah, mau jalan-jalan. Aku enggak urusin, sudah ada aturannya. Kalau mereka melanggar harus siap dihukum," ujarnya.
 
Merujuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, jika PNS DKI tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas maka akan mendapat sanksi berupa lisan atau sanksi tertulis.
 
Untuk sanksi lisan dari atasan, PNS DKI tidak akan mendapat TKD selama satu bulan. Sementara sanksi secara tertulis, PNS tidak akan mendapat TKD selama tiga bulan.
 
Seperti diketahui, PNS DKI mendapat jatah libur panjang, 16-21 Juli. PNS DKI wajib masuk kerja kembali pada 22 Juli 2015.
 
Berikut jadwal libur Lebaran PNS DKI:
Kamis 16 Juli: cuti bersama lebaran
Jumat 17 Juli: Hari Raya Idul Fitri
Sabtu 18 Juli: Hari Raya Idul Fitri
Minggu 19 Juli: libur
Senin 20 Juli: cuti bersama
Selasa 21 Juli: cuti bersama


(FZN)