Seorang Terduga Penikam Anggota Kostrad Diamankan

Ilham wibowo    •    Senin, 13 Jul 2015 13:04 WIB
tni ad
Seorang Terduga Penikam Anggota Kostrad Diamankan
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan Upacara Pangkostrad Letjen TNI Mulyono (kiri) memeriksa pasukan di Mabes TNI, Jakarta, Rabu 16 April 2015. Antara Foto/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD Letjen Mulyono mengatakan, sejauh ini motif penikaman yang melibatkan dua orang anggotanya masih didalami pihak kepolisian. Seorang yang dicurigai sebagai pelaku telah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Sementara masih dikembangkan. Kemarin sudah ditangkap, seorang dicurigai pada saat kejadian. Dia membawa senjata tajam," tutur Mulyono di Makostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015)

Mulyono mengatakan pihaknya akan terus memantau hasil perkembangan yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap dalang di balik kasus ini.

"Kita inginkan penyelidikan sampai ketemu. Kita senantiasa mengawal kepolisian. Kita tunggu saja, mau penyelidikan setahun atau bisa juga tiga hari tergantung pengembangannya prosesnya," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan sepenuhnya kasus penusukan terhadap prajurit TNI AD di Sulawesi Selatan ke polisi. Peristiwa ini menyebabkan satu anggota TNI AD meninggal.

“Pembunuhan yang tidak ada saksi saja polisi bisa mengungkap, apalagi ini di depan umum,” ungkap Gatot dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (12/7/2015) kemarin.

Jenderal bintang empat yang sudah dilantik menjadi Panglima TNI baru ini yakin, polisi dengan profesional bisa mengungkap kejadian itu. Gatot menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada kepolisian.

Peristiwa ini menimpa Pratu Aspin Mallobasang, anggota Yonif 433 Kostrad, bersama Pratu Fatku Rahman, anggota Brigif L-3/K. Pada Minggu 12 Juli pukul 01.30 WITA, keduanya sedang menonton festifal bedug di area parkir lapangan Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Keduanya tiba-tiba didatangi sekitar 20 orang tak dikenal. Tanpa basa-basi mereka mengeroyok keduanya. Menurut saksi mata di lokasi, salah satu pelaku yang berambut pendek, berkopiah hitam dan berbadan tegap menusuk kedua anggota TNI AD itu.

Aksi ini membuat Pratu Fatku Rahman mengalami luka tusuk, namun dia berhasil melarikan diri. Sementara Pratu Aspin menderita luka tusuk hingga jiwanya tidak tertolong dan meninggal.

Usai aksi ini, para pelaku melarikan diri. Pelaku penusukan kabur mengendarai sepeda motor Scorpio berwarna silver variasi hitam.


(YDH)