Benahi Kabinet Ekonomi Agar Kepercayaan Rakyat tak Sirna

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 13 Jul 2015 13:29 WIB
ekonomi indonesia
Benahi Kabinet Ekonomi Agar Kepercayaan Rakyat tak Sirna
pertumbuhan ekonomi, (MI,ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu pergantian reshuffle kabinet di pemerintahan Jokowi dilaporkan akan diumumkan usai Lebaran. Reshuffle ini ditekankan pada jajaran ekonomi.

Peneliti di lembaga lingkar Study Perjuangan Agus Priyanto mengatakan, usia pemerintahan saat ini sudah lebih enam bulan. Kini, katanya, mayoritas rakyat juga sudah mulai mengerti dengan beberapa kebijakan Jokowi yang kurang membuahkan hasil.

"Jika Pak Jokowi tidak segera membenahi kabinet, kewibawaan pemerintahan dan kepercayaan rakyat secara perlahan namun pasti segera sirna," tutur Agus, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/7/2015).

Seiring kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang ekonomi yang tak kunjung membaik, suara-suara tentang perlunya reshuffle kabinet pun semakin kencang. Desakan reshuffle utamanya untuk merombak pos kementerian ekonomi.

Agus pun mengkritisi satu nama yang santer akan kembali masuk jajaran kabinet ekonomi Jokowi yakni Chatib Basri. Chatib yang juga pernah menjadi menteri keuangan, digadang-gadang untuk masuk kabinet lagi demi perbaikan kinerja pemerintah saat ini di bidang ekonomi.

Namun dia mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak gegabah menarik Chatib masuk kabinet. Sebab, masuknya akademisi Universitas Indonesia (UI) itu ke kabinet justru dikhawatirkan akan menjauhkan kebijakan pemerintah dari cita-cita Trisakti dan Nawacita.

Agus bahkan menilai Chatib memanjakan pasar daripada kepentingan rakyat luas. "Chatib Basri sudah dikenal dengan pernyataannya tentang 'kantongi nasionalismu'. Ini akan bertentangan dengan cita-cita Trisakti dan Nawacita yang mengharapkan kehadiran peran negara di tengah-tengah rakyatnya," ujar Agus.

Menurutnya, Chatib memiliki rekam jejak yang kontraproduktif bagi sektor transportasi publik ketika sebagai Menkeu menurunkan tarif impor komponen dan spareparts untuk industri mobil kutu atau LCGC (low cost green car). Akibatnya, penjualan mobil kutu di dalam negeri melonjak dari nol menjadi 150.000 unit hanya untuk 2014.

Di sisi lain, imbas kebijakan itu adalah melonjaknya impor komponen dan spareparts LCGC sehingga current account defisit makin besar. Chatib juga dituding meninggalkan quatro déficits yang terdiri dari defisit neraca perdagangan, defisit neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan dan defisit APBN.

"Rupiah pun semakin rontok dan Chatib mewariskan masalah quatro deficits kepada Jokowi," ulas Agus.

"Jadi apakah orang yang menciptakan masalah warisan ekonomi, anti-Trisakti dan diragukan nasionalismenya itu yang akan disetujui oleh Jokowi untuk mewujudkan cita-cita Trisakti dan Nawacita? Atau Jokowi akan mencari sosok alternatif yang memiliki keberpihakan nyata terhadap ekonomi kerakyatan dan memiliki track record bersih serta memiliki kemampuan dan jaringan luas di internasional untuk mengatasi potensi krisis yang berpengaruh dalan perekonomian nasional?" pungkas Agus.




(SAW)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA