PDIP Sebut BLT hanya untuk Menaikkan Citra Partai Penguasa

   •    Senin, 15 Apr 2013 14:42 WIB
PDIP Sebut BLT hanya untuk Menaikkan Citra Partai Penguasa
Ismayatun---ANTARA/Puspa Perwitasari/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai oposisi pemerintah terus menyuarakan penolakan atas kebijakan pemerintah yang akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) atas kompensasi rencana penaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kebijakan itu dianggap hanya upaya untuk meningkatkan citra partai koalisi di mata masyarakat jelak tahun Pemilu 2014 mendatang.

Penegasan itu disampaikan oleh anggota Komisi Energi DPR dari PDI Perjuangan Ismayatun ketika dihubungi di Jakarta, Senin (15/4). Bahkan, Ismayatun menilai pemerintah hanya menjadikan kebijakan pemberian BLT untuk rakyat miskin sebagai objek meningkatkan citra partai mereka.

"Kami dari fraksi PDIP sangat tidak menyetujui kebijakan pemberian BLT itu. Kami tidak berkeinginan masyarakat miskin dijadikan objek untuk menaikkan citra partai penguasa," tegasnya.

Ia juga menambahkan kebijakan pemberian BLT tersebut hanyalah ulangan dari pemberian BLT oleh pemerintah jelang Pemilu 2009 lalu.

"Kita sudah mencoba untuk mempelajari pada saat Pilpres 2008-2009. BBM dinaikan BLT digelontorkan. Masyarakat antri berjubel-jubel saling terhimpit untuk mengantri uang seratus ribu rupiah. Apakah kejadian itu harus terulang lagi. Apa tidak ada cara cerdas lain lagi dari pemerintah?" tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah mengklaim sudah menyiapkan sejumlah kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan salah satu kompensasi itu berbentuk BLT yang akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Kata Agung, bantuan tunai itu berasal dari anggaran subsidi bensin yang sudah dikurangi.

Dalam APBN tahun anggaran 2013 untuk alokasi anggaran, subsidi sudah mencapai Rp316,1 triliun. Alokasi anggaran belanja subsidi dalam APBN tahun anggaran 2013 tersebut akan disalurkan untuk subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun, yaitu subsidi BBM sebesar Rp193,8 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp80,9 triliun.