Honggo Hanya Diperiksa Sebagai Saksi di Singapura

Githa Farahdina    •    Senin, 13 Jul 2015 14:37 WIB
korupsi migas
Honggo Hanya Diperiksa Sebagai Saksi di Singapura
Dirtipideksus Kombes Viktor Edi Simanjuntak ---Foto: MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka kasus kondensat Honggo Wendratno telah diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri di Singapura. Honggo hanya diperiksa satu kali sebagai saksi.

Direktur Tipideksus Kombes Victor Edi Simanjuntak mengatakan, pihaknya mendapatkan keterangan Honggo saat pemeriksaan pertama pada 9 Juli.

"Pada hari pertama itu bisa kita periksa. Meskipun sudah lelah-lelah, tapi ya kita bisa memperoleh 50 keterangan dan 50 pertanyaan itu cukup untuk kita gunakan sebagai keterangan saksi," kata Victor di Bareskrim Polri, Senin (13/7/2015).

Namun saat pemeriksaan kedua kalinya pada Jumat 10 Juli dini hari, gagal dilakukan. Karena suster mengatakan Honggo terjatuh di kamar mandi. Penyidik mengecek langsung ke ruang rawat Honggo.

"Dia diinfus sini, di infus sini, tadinya enggak kan. Lalu ditanya kenapa? Jam dua jatuh di kamar mandi, kita lihat, ya memang ada. Karena begitu, kan saya kira dokter juga bukan bohong lah. Dan kenyataannya memang kita lihat begitu," tambah Victor.

Penyidik tak menyerah dan memutuskan memeriksa Honggo pada Sabtu 11 Juli dengan harapan kondisi tersangka membaik. Sayangnya, kondisi Honggo justru semakin drop.

"Hari Sabtu kita berharap dia sembuh, sudah diinfus kan gitu. Ternyata makin drop. Kita enggak bisa berlama-lama di sana," kata dia.

Kasus dugaan korupsi penjualan kondensat ini bermula pada Oktober 2008, saat BP Migas (kini SKK Migas) menunjuk langsung PT TPPI sebagai penjual kondensat. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009. Penunjukan langsung TPPI sebagai mitra penjualan SKK Migas dipersoalkan lantaran perusahaan itu sedang dalam kondisi tak sehat secara finansial sehingga tidak layak dijadikan mitra penjualan.

Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Hingga Maret 2010, proses penjualan justru mengakibatkan piutang sekitar 160 juta dolar AS atau Rp2 triliun. Meski begitu, proses penjualan kondensat terus dilanjutkan hingga piutang makin membengkak. Sejauh ini penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni bekas Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas) Raden Priyono, bekas Deputi Finansial BP MIgas Djoko Harsono, serta pemilik lama TPPI Honggo Wendratno.


(MBM)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

58 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA