Snoop Dogg Dituding Lecehkan Agama Persia

Agustinus Shindu Alpito    •    Senin, 13 Jul 2015 14:51 WIB
snoop dogg
Snoop Dogg Dituding Lecehkan Agama Persia
Snoop Dogg (Foto:AFP/Loic Venance)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Penyanyi rap Snoop Dogg harus berhadapan dengan hukum. Dia dituntut oleh komunitas aliran kepercayaan Zoroastrianisme Parsi di India.

Masalah ini dimulai dengan beredarnya sebuah video musik dari penyanyi kelahiran Iran, Amitis. Video musik berjudul King itu menampilkan Snoop Dogg dan mengusung konsep zaman Persia kuno.

Seperti biasa, Snoop Dogg tampil menghisap ganja dengan santai. Bahkan dia dicitrakan seperti seorang raja yang sedang menyaksikan penari-penari setengah telanjang di hadapannya.

Snoop Dogg duduk di sebuah singgasana yang berada di bawah simbol Faravahar, simbol suci dari agama Zoroastrianisme yang sering dikaitkan dengan kehidupan Persia kuno.

Zoroastriasnme berkembang sejak 3.500 tahun yang lalu, di daerah yang kini dikenal sebagai negara Iran. Meski agama itu sudah dianggap jadi bagian dari sejarah, tetapi ada beberapa komunitas yang masih menjalankannya hingga hari ini. Sekitar 200 ribu pengikut Zoroastrianisme diperkirakan tersebar di seluruh dunia.

Darayas Jamshed Bapooji, presiden dari Parsi Zoroastrian Association of Kolkata, sebuah komunitas Zoroastrianisme di India mendapat reaksi keras dari para anggotanya seputar video itu.

Dia lantas memutuskan untuk turun tangan langsung dan menyeret Snoop Dogg ke ranah hukum lewat pengadilan tinggi di kota Kolkata.

Video itu dianggap melanggar hak konstitusional kaum Parsi dan pemerintah India diharapkan melarang distribusi video itu.

"Kami ingin video itu dihapus dan mereka meminta maaf karena telah menyebarkannya. Setidaknya itu yang bisa kami harapkan dari mereka. (Kejadian) Ini tidak benar, hanya karena kami minoritas. Jika Anda melakukannya kepada umat Hindu atau Muslim, mereka juga akan marah," kata Bapooji seperti dilansir dari Policy, Senin (13/7/2015).

Bapooji berharap melalui langkah hukum ini dia bisa melindungi perasaan masyarakat Parsi.

"Kami tidak mempersoalkan orang-orang mengolok-olok kami. Kami cukup humoris, tetapi tidak dengan menghina agama kami," tegas Bapooji.

Secara hukum, tuntutan dari komunitas ini masih belum jelas jika dikaitkan dengan pasal yang diterapkan di India. Tetapi hal ini bisa masuk ke pasal "perseteruan antar kelompok berlatar agama" atau "upaya menghancurkan kerukunan."

Sementara itu, juru bicara Snopp Dogg menolak memberikan tanggapan.

 


(ROS)