BKPM Kembali Gaet Dua Investor Perkapalan dari Tiongkok

Arif Wicaksono    •    Senin, 13 Jul 2015 15:46 WIB
bkpm
BKPM Kembali Gaet Dua Investor Perkapalan dari Tiongkok
Infrastruktur (ANT,Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah menggaet dua investor perkapalan dari Provinsi Zhejiang, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menggaet dua investor perkapalan dari Tiongkok yangberminat serius menanamkan modalnya di Indonesia.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea, mengatakan minat investasi tersebut berasal dari dua perusahaan perkapalan yang ada di Provinsi Fujian, di mana salah satunya sudah menyampaikan nilai investasi sebesar USD100 juta.

Dia mengatakan dua investor perkapalan dari Fujian, Tiongkok tersebut cukup serius karena sudah melakukan penelitian pasar di Indonesia.

"Akhir bulan ini mereka merencanakan untuk merampungkan finalisasi kerja sama, termasuk pemilihan lokasi investasi. BKPM, melalui marketing officer untuk Tiongkok, akan memfasilitasi proses investasi ini, khususnya memberikan informasi terkait dengan lokasi," jelas Tamba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/7/2015).

BKPM sudah mengidentifikasi beberapa kawasan industri di Lampung, Jawa Timur, Banten, sebagai wilayah yang potensial untuk investasi sektor perkapalan.

Tamba menambahkan perusahaan mengaku sangat yakin dan makin optimistis untuk berinvestasi di Indonesia karena tingginya komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri perkapalan dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.

"BKPM menekankan bahwa Indonesia membutuhkan kapal berkualitas kelas 1 dan harga bisa didiskusikan dengan pembeli. Perusahaan didorong untuk menghilangkan stigm  produksi RRT berkualitas kelas 2 karena RRT memang mampu menghasilkan produk unggul, seperti kereta cepat"  tambahnya.

Dengan adanya dua minat investasi dari Fujian ini, BKPM berhasil menggaet empat investor potensial sektor perkapalan dari Tiongkok dengan nilai investasi yang sudah disampaikan sebesar USD200 Juta selama pelaksanaan kegiatan pemasaran investasi 8-10 Juli 2015.

 


(SAW)