KPK Sarankan Telusuri Jejak BLBI dari Kejaksaan Agung

   •    Senin, 15 Apr 2013 19:52 WIB
KPK Sarankan Telusuri Jejak BLBI dari Kejaksaan Agung
Ilustrasi--MI/Adam Dwi/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengembalian aset atas dana pinjaman Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang bermasalah di 2004 kembali akan dibuka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp600 triliun tersebut akan mulai ditelusuri KPK kembali terkait terbitnya Surat Keterangan Lunas (SKL).

Seperti diketahui, pemerintahan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan SKL kepada sejumlah bank yang diberi suntikan BLBI di masa krisis moneter 1998-1999. Tanpa pengembalian aset yang jelas di tahun 2004 pemerintah melalui Departemen Keuangan yang saat itu dipimpin Boediono mengeluarkan SKL.

Mantan pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto menyarankan agar KPK jilid III di bawah pimpinan Abraham Samad mulai menelusuri jejak BLB yang ada di Kejaksaan Agung.

Pasalnya saat Bibit menjabat sebagai komisioner KPK, pihaknya telah membentuk empat tim untuk melakukan kajian terkait dengan kasus BLBI.

"Waktu itu sudah kita bentuk empat tim, itu jaksa semua ketuanya. Mestinya empat tim itu dikaji kembali. Waktu itu belum sempat mengkaji. Menelusuri jejak-jejak yang ada di Kejagung," kata Bibit di Gedung KPK, Senin (15/4).

Saat ditanya apakah saat itu tercium adanya indikasi korupsi, Bibit tidak menyangkalnya meskipun masih sebatas indikasi dan kecurigaan. Dirinya memaparkan saat itu keempat tim tersebut pernah melakukan sekali persidangan namun tidak tuntas.

"Masih indikasi, kecurigaan pasti ada. Kan sudah ada empat tim yang memeriksa ini, ini dan ini. Dan timnya pernah bersidang sekali tapi belum tu tas, hatus disidangkan lagi. Saya sarankan kepada pimpinan (KPK) yang baru tolong terusuri dari situ," paparnya.

Saat ditanya apa saja indikasi korupsi dalam kasus BLBI, Bibit pun mengatakan banyak hal termasuk penerbitan SKL. "Macam-macam, ada SKL, itu kemudian ada juga yang diserahkan ke Depkeu. Da juga yang sudah dihentikan," tutupnya. (Hafizd Mukti)