Tingkatkan Bauran Energi Nasional, ESDM Gandeng Provinsi Kalteng

Annisa ayu artanti    •    Senin, 13 Jul 2015 16:39 WIB
energi
Tingkatkan Bauran Energi Nasional, ESDM Gandeng Provinsi Kalteng
Menteri ESDM Sudirman Said (tengah) (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama dengan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang, Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo, dan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie menandatangani nota kesepakatan bersama (NKB) tentang Program Pengembangan Bioenergi Lestari yang akan dilaksanakan di Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurut Sudirman, penandatangan NKB ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang ada di Indonesia, yaitu dalam rangka meningkatkan bauran energi nasional.

"Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang, diubah, maupun diakhiri, sesuai dengan kesepakatan para pihak," kata Sudirman, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Di samping itu, NKB ini juga merupakan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan peningkatan sasaran penyediaan energi primer Indonesia pada 2025 sebesar 400 MTOE (Millions Tons of Oil Equivalent) dengan rincian 25 persen minyak bumi, 30 persen batubara, 22 persen gas, dan 23 persen EBT atau setara dengan 92 MTOE berasal dari EBT.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, termasuk keanekaragaman jenis tumbuhan bioenergi dan ketersediaan lahan yang cukup ideal.

"Dengan begitu Indonesia sangat layak untuk mengandalkan bioenergi sebagai salah satu sumber energi yang berpotensi besar untuk dikembangkan," ujar dia.

Berdasarkan data yang ada, dalam 10 tahun terlkhir ini, bauran energi Indonesia yang berasal dari EBT hanya sekitar enam persen, sementara dalam 10 tahun ke depan Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 17 persen.

"Dengan terjalinnya kerja sama antara Kementerian ESDM dengan Provinsi Kalimantan Tengah ini maka tantangan yang ada dalam industri bioenergi, yaitu pengintegrasian hulu produksi bahan baku dengan hilir konsumer pengguna dapat teratasi serta dapat mendukung target pertumbuhan EBT," tutup dia.


(ABD)