Pemerintah Perlu Perkuat Modal Lembaga Penjamin KUR

Irene Harty    •    Senin, 13 Jul 2015 17:00 WIB
kur
Pemerintah Perlu Perkuat Modal Lembaga Penjamin KUR
Ekonom BNI Ryan Kiryanto (MI/M IRFAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan pemerintah perlu memperkuat modal lembaga penjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk bisa mewujudkan penurunan suku bunga KUR.

Seperti diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjanjikan tahun depan suku bunga KUR akan kembali diturunkan dari 12 persen menjadi sembilan persen dengan subsidi bunga ditanggung pemerintah.

"Karena KUR dijamin oleh Askrindo dan Jamkrindo, berarti pemerintah harus memperkuat modal kedua lembaga penjamin KUR. Misalnya, melalui pola PMN (penyertaan modal negara)," tutur Ryan, saat dihubungi Media Indonesia, Senin (13/7/2015).

Menurut Ryan, penurunan suku bunga itu juga sebagai bukti pemerintah memiliki kepedulian tinggi terhadap usaha mikro produktif. Apalagi, hal ini bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa-masa mendatang.

Meski subsidi bunga KUR meningkat dan jadi beban APBN, menurut Ryan, hal itu tidak menjadi masalah karena yang penting dapat menambah pelaku usaha mikro. Perbankan menyambut baik rencana penurunan bunga KUR karena memang memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menambah basis debitur KUR.

Dengan penurunan bunga KUR juga, perbankan akan lebih hati-hati menyalurkan KUR agar rasio kredit bermasalah tidak melonjak. Akan tetapi, perbankan belum dapat ikut berpartisipasi dalam penurunan bunga KUR lewat pemangkasan Net Interest Margin (NIM) karena KUR berbeda dengan kredit komersial.

"Tidak ada kaitannya dengan NIM, karena bunga KUR sudah dipatok pada level tertentu," pungkas Ryan, seraya menjelaskan bahwa skim KUR beda dengan skim kredit komersial lainnya.


(ABD)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA