Bertemu Ahok, Jokowi Ingin Otoritas Transportasi Jabodetabek Segera Terbentuk

Wanda Indana    •    Senin, 13 Jul 2015 22:37 WIB
ahok
Bertemu Ahok, Jokowi Ingin Otoritas Transportasi Jabodetabek Segera Terbentuk
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama - Foto Terbit / RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendadak menyambangi istana Presiden. Di sana dia bertemu Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Ahok membeberkan keduanya membahas soal proyek Light Rapid Transit (LRT) dan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Dia mengaku lega, lantaran proyek kereta cepat sepenuhnya dikelolah pemerintah pusat, sedangkan Pemprov DKI hanya mengurus proyek LRT.

"Kita bahas bangun LRT sama kereta cepat, tapi kalau kereta cepat kita enggak terlalu pusingin ya karena itu sudah urusan pusat," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015). 

Dalam pertemuan itu, diputuskan juga bahwa kereta LRT akan terintegrasi dengan jalur kereta cepat. "Kita juga sudah putuskan LRT terintegrasi dengan kereta yang lain," jelas Ahok. 

Mantan Anggota DPR Komisi II itu juga mengatakan perusahaan konstruksi berpelat merah, PT Hutama Karya bakal kembali menggarap proyek LRT. "Presiden juga akan keluarkan Perpres bahwa kita boleh dengan preseden hukum yang dulu karena pemerintah menunjuk Hutama Karya untuk pembangunan, tentu melalui proses tender," pungkasnya.

Tak cuma membahas soal LRT dan kereta cepat, mantan Bupati Belitung Timur itu membeberkan, Jokowi ingin membentuk badan Otoritas Transportasi Jabodetabek. Tujuannya untuk mensinergikan sistem transportasi dengan sistem transportasi daerah-daerah penyangga. 

"Tapi yang penting Presiden ingin badan Otoritas Transportasi Jabodetabek harus segera dibentuk. Itu sudah 3 bulan tanda tangan dan sampai ke meja presiden," ungkapnya.


(REN)