Cuaca buruk, 1.500 Penumpang tak Bisa Mudik ke Pulau Bawean

Amaluddin    •    Senin, 13 Jul 2015 22:49 WIB
cuaca burukramadan 2015
Cuaca buruk, 1.500 Penumpang tak Bisa Mudik ke Pulau Bawean
KM Express Bahari 8-E tak bisa melaut karena kondisi cuara yang buruk. Foto: MTVN/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Sekitar 1.500 penumpang yang hendak mudik ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telantar di Pelabuhan Gresik. Mereka berasal dari tiga kapal yang dilarang melanjutkan perjalanan karena cuaca buruk.

Ketiga kapal itu antara lain, KM Express Bahari 8-E, KM Natuna Express, dan KM Gili Iyang. Ketiganya melayani rute Gresik-Bawean dan Bawean-Gresik.

"Untuk sementara data yang kami miliki ada 1.300 penumpang yang telantar. Belum lagi warga asal Bawean dari Malaysia dan Jakarta yang baru tiba di Gresik. Mungkin nantinya ada sekitar 1.500 penumpang," ujar Mustafid Maulidan, salah seorang agen tiket kapal, saat dikonfirmasi di Gresik, Senin (13/7/2015).

Penundaan keberangkatan kapal akibat cuaca buruk sudah terjadi sejak 11 Juli. BMKG memperkirakan cuaca buruk akan terjadi hingga 20 Juli mendatang. (Baca: BMKG: Angin Kencang Bisa Seminggu)

Ali Murtadho, 38, warga yang hendak mudik ke Bawean, berharap cuaca segera membaik. Saat ini pemudik yang telantar di Pelabuhan Gresik semakin menumpuk. "Kalau kemarin ada sekitar 700 penumpang yang telantar, sekarang sudah semakin banyak," keluhnya.

Murtadho mengaku bingung untuk bisa mudik ke Pulau Bawean. Karena perjalanan laut adalah satu-satunya akses untuk menuju ke sana.

Pelayaran ke Bawean juga cukup menyita waktu. Kapal cepat seperti KM Express Bahari 8-E saja membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk sampai ke sana. Untuk kapal biasa seperti KM Gili Iyang harus menempuh lebih lama lagi, yakni sembilan jam.

Murtadho berharap pemerintah Kabupaten Gresik membantu memberikan solusi agar masyarakat bisa segera mudik ke kampung halamannya. "Kalau pemerintah tidak benar-benar serius, berapa banyak warga Bawean yang akan telantar di pelabuhan ini," tandasnya.


(UWA)