Banyaknya Restitusi Sebabkan Rendahnya Penerimaan PPn

Eko Nordiansyah    •    Senin, 13 Jul 2015 23:36 WIB
pajak
Banyaknya Restitusi Sebabkan Rendahnya Penerimaan PPn
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARAFOTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, rendahnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) disebabkan banyaknya restitusi. Selain itu, pajak masih menggunakan sistem manual, sehingga dianggap belum memiliki sistem yang bagus.

"PPn itu masih pengaruh ada restitusi terus. Kita juga ada restitusi itu kan dari tahun sebelumnya, karena kita belum punya sistem yang bagus, manual, jadi banyak faktur fiktif. Itu yang menggerus penerimaan PPn tahun ini," ujar dia di Hi Co Scan Container Terminal JICT I Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/7/2015).

Dirinya menambahkan, dengan diterapkannya faktur elektronik per 1 Juli kemarin, diharapkan bisa meningkatkan penerimaan PPn dan mengurangi restitusi.

"Ini yang kita harapkan ke depan bisa memperbaiki performance dari PPn. Paling tidak sama dengan tahun sebelumnya, PPnnya sama dengan tahun sebelumnya," terangnya.

Dia juga tidak mengatakan jika rendahnya penerimaan PPn disebabkan oleh daya beli yang menurun. Melainkan karena adanya kebocoran karena restitusi yang terlalu besar.

"Kalau soal daya beli saya mengerti, tapi kalau di PPn bukan daya beli tapi kebocoran karena restitusi yang terlalu besar. Kalau faktur elektronik ini berhasil maka akan mengurangi kebocoran," jelas dia.

Sementara itu, Bambang juga tetap optimistis dengan target penerimaan pajak tahun ini akan tercapai. "Sekarang sudah hampir 40 persen dari target APBNP, jadi kami masih optimistis. Sesuai yang kami sampaikan ke DPR kalaupun shortfall pajak masih bisa tercapai 91 persen," pungkas dia.


(AHL)