PPP Bawa Pembahasan Kesepakatan Pilkada Serentak ke Rapimnas

Dheri Agriesta    •    Selasa, 14 Jul 2015 02:06 WIB
pilkada serentak
PPP Bawa Pembahasan Kesepakatan Pilkada Serentak ke Rapimnas
Ilustrasi -- Antara/Maril Gafur

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawasan Pemilu berkumpul dengan Ketua Umum partai politik yang hendak bertarung dalam pilkada serentak di Kediaman Wakil Presiden. Di hadapan Wapres Jusuf Kalla kesepakatan mengenai pilkada serentak diteken, bahkan kesepakatan untuk menerima dua partai yang berseteru, PPP dan Partai Golkar.

Ada tiga poin penting yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan ini. Pertama, pilkada serentak harus dilakukan secara tepat waktu. Mengenai masalah teknis yang timbul dalam pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember nanti, pemerintah akan turun tangan untuk menyelesaikan. Sementara regulasi, menjadi tanggung jawab KPU agar pilkada berjalan baik dan jujur.

Selain itu, seluruh Ketum partai politik beserta pemerintah sepakat mencarikan jalan keluar untuk dua partai yang tengah berseteru, Partai Golkar dan PPP. Kedua partai harus menyerahkan satu nama kader yang akan bersaing dalam pilkada di daerah secara terpisah, agar calon itu dianggap telah mendapat dukungan dua pihak.

Partai Golkar tak mempermasalahkan hal itu. Namun, PPP kubu Rohamurmuziy belum bisa memberikan kata setuju. Husni menyebut, pria yang akrab disapa Rommy itu akan menyampaikan kesepakatan ini dalam rapimnas yang sedang diadakan partai berlambang kaabah itu.

PPP kini memang sedang mengadakan Rapimnas untuk membahas persiapan mengahadapi pilkada serentak. Mengingat, proses pendaftaran pilkada serentak dimulai 26 Juli nanti.

"Semua yang hadir pada prinsipnya setuju ada jalan keluar. Secara khusus yang minta waktu untuk memberi respon itu Ketum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy karena harus membicarakan itu dalam forum malam ini yang digelar. Selebihnya merespon, mendukung," jelas Husni.

Tak semua perwakilan partai politik yang hadir dalam penandatanganan kesepakatan itu. Perwakilan Partai Demokrat dikabarkan tak datang dalam pertemuan itu.

"Yang tidak hadir cuma satu, dari Demokrat," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik selepas pertemuan di Kediaman Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2015) dini hari.

Selepas pertemuan terlihat Wakil Presiden Jusuf Kalla berdiri bersama dengan Ketua KPU Husni Kamil Manik, Ketua DKPP Jimly Asshidiqie, Kapolri Badrodin Haiti, Mekopolhukam Tedjo Edhi Purdjiatno, Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Ketua Bawaslu Muhammad.

Sementara tokoh parpol yang terlihat di antaranya, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai NasDem Rio Patrice Capella, dan Ketua Umum Hanura Wiranto.


(REN)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

3 hours Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA