Menperin: Livi Zheng Tarik Industri Film AS Produksi di Indonesia

Husen Miftahudin    •    Selasa, 14 Jul 2015 08:49 WIB
ekonomi kreatif
Menperin: Livi Zheng Tarik Industri Film AS Produksi di Indonesia
Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama sutradara film dan atlet wushu Livi Zheng memberikan keterangan kepada wartawan di Kementerian Perindustrian. FOTO: Kemenperin

Metrotvnews.com, Jakarta: Kiprah Livi Zheng, sutradara film muda asal Blitar yang telah menelurkan karyanya di Amerika Serikat (AS) mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menyokong kerja keras dara 26 tahun ini yang telah menyutradarai film berjudul "Brush with Danger".

"Livi adalah sosok langka. Masih muda dan menjadi sutradara, menembus belantara perfilman Hollywood, pemerintah mendukung apa yang dilakukannya karena membawa nama Indonesia," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Saleh mengaku antusias untuk berdiskusi tentang industri film dan berupaya membantu kebutuhan para sineas seperti Livi. Pasalnya, imbuh dia, film merupakan magnet bagi sektor lainnya seperti menjadi ajang promosi daerah, budaya hingga sumber daya manusia pegiat perfilman nasional yang mumpuni di tataran global.

"Livi misalnya, dia sudah bikin dua film dan sedang observasi lokasi bersama timnya untuk film berikutnya di Indonesia. Artinya, industri film AS ditarik ke Indonesia. Produksi di sini dan para sineas, para talent kita dilibatkan. Jadi kita tidak hanya menjadi pasar," ujarnya.

Pada pertemuan itu pula, Menperin langsung berkomunikasi melalui telepon dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf untuk memperkenalkan Livi.

"Saya sangat senang sekali, Pak Menteri Perindustrian dan pemerintah mendukung saya. Begitu juga KBRI di AS, support seperti ini sangat berarti," aku Livi yang bersama adiknya juga bermain dalam film ini.

Kepada Menperin yang didampingi Dirjen IKM Euis Saedah, Livi mengungkapkan industri film di Indonesia sangat prospektif untuk digeluti sineas nasional maupun para produser film luar negeri. "Kualitas kita tidak kalah, talentnya banyak. Beda daerah, beda pula budayanya yang bisa di-explore. Kita very lucky, sangat beruntung sebagai orang Indonesia," papar Livi.

Lebih lanjut, Dirjen IKM Euis Saedah mengatakan industri film dapat menjadi lokomotif industri lainnya seperti fesyen. "Ada dua ekonomi kreatif yang didongkrak oleh film, yaitu production design dan costume design. Industri film nasional sudah banyak memajukan dua hal ini, apalagi jika makin banyak produser dari luar negeri memproduksi film di sini," pungkas Euis.


(AHL)

Nurdin Halid Ingin Novanto Ditarik dari Jabatan Ketua DPR

Nurdin Halid Ingin Novanto Ditarik dari Jabatan Ketua DPR

5 minutes Ago

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid berharap rapat pleno memutuskan Setya Novanto (SN) dita…

BERITA LAINNYA