Empat Regulasi Mentan Naikkan Produksi Pangan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 14 Jul 2015 09:19 WIB
pangankementan ads
Empat Regulasi Mentan Naikkan Produksi Pangan
Mentan Amran Sulaiman pimpin Rakor Swasembada Pangan dan Percepatan Realisasi Anggaran 2015 se-Sulawesi. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan pencapaian peningkatan produktivitas pangan merupakan hasil kerja keras pihaknya melalui pelaksanaan empat regulasi. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka produksi padi pada 2015 akan meningkat 6,64 persen menjadi sebesar 75,55 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ada kabar gembira bahwa BPS menyebut ada angka ramalan (aram) yang meningkat 5,5 juta ton. Mudah-mudah ini jadi kenyataan, angka tetap," ujar Amran dalam Rakor Swasembada Pangan dan Percepatan Realisasi Anggaran 2015 se-Sulawesi di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jalan Raya Baruga No 48, Antang, Makassar, Selasa (14/7/2015).

Pencapaian lainnya adalah peningkatan luas tambah tanam sebanyak 400 ribu hektare (ha). Kemudian, terbangunnya irigasi sebanyak 1 juta. Serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang hingga kini mencapai 40 ribu unit.

"Pencapaian ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Ini bukan semudah membalikkan telapak tangan, tetapi butuh kerja keras dengan atur kebijakan," ungkapnya.

Kebijakan pertama, sebut Amran, adalah dengan meniadakan tender menjadi penunjukaan langsung dalam pengadaan bantuan pertanian seperti benih, pupuk, alsintan dan yang lainnya. Menurut dia, proses tender memerlukan waktu yang cukup lama sehingga membuat pertanian bakal bekerja lamban, padahal pertanian merupakan tanaman semusim yang tak akan bisa menunggu proses tender itu sendiri.

"Tanaman pangan itu dalam 110 hari sudah bisa panen, tapi proses tendernya itu juga butuh lama, bahkan baru keluar dalam tujuh bulan. Kami ubah regulasi dengan penunjukkan langsung sehingga kita bergerak cepat. Biasanya alsintan setahun cuma 2.000, itu pun kesulitan. Tapi sekarang sudah 40 ribu dan kita target 60 ribu," papar Amran.

Regulasi selanjutnya adalah dengan mendorong daerah untuk tidak menanam pangan di areal existing (area yang sudah ditanam). Regulasi ketiga, meningkatkan anggaran pertanian daerah agar mampu meningkatkan produksi pertanian yang ada di daerah.

Sedangkan terakhir adalah dengan melibatkan semua stakeholder dalam produktivitas pangan seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan petani itu sendiri. Pelibatan semua stakeholder ini dilakukan agar proses produksi dari petani hingga penyaluran distribusi hasil pertanian dapat mengamankan pasokan pangan dalam negeri sehingga tak membutuhkan impor.

"Empat regulasi ini yang menjadi daya ungkit produksi pertanian dalam negeri. Angka yang dikeluarkan BPS berasal dari kerja keras kita selama ini. Pencapaian ini akan terus kami tingkatkan agar swasembada pangan dapat terealisasi," pungkas Amran.


(AHL)