Mendag Pangkas Birokrasi, Impor tak Perlu NPIK

Husen Miftahudin    •    Selasa, 14 Jul 2015 09:44 WIB
impor
Mendag Pangkas Birokrasi, Impor tak Perlu NPIK
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel memangkas birokrasi impor yang tidak efektif. Hal ini dilakukan agar impor barang tertentu seperti beras, kedelai, jagung, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, elektronika, dan mainan anak tak harus mengurus Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK).

Ketentuan Pencabutan NPIK ini dimuat melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50/M- DAG/PER/7/2015 tanggal 9 Juli 2015. Sebelumnya, izin NPIK diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 141 tahun 2002 (Kepmenperindag 141/MPP/KEP/5/2002) Tentang Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK). Pencabutan ini sekaligus untuk Peraturan Pelaksanaanya.

"Pemerintah melakukan penyederhanaan perizinan di bidang impor sehingga importasi barang tertentu tidak perlu lagi NPIK. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk menghilangkan tumpang tindihnya peraturan," ujar Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2015).

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memang sedang getol membenahi birokrasi yang berbelit. Sebab, birokrasi yang panjang akan mempersulit proses perdagangan dan hal ini dapat mengganggu kegiatan impor. Oleh karena itu, Mendag menciptakan instrumen perizinan yang lebih efektif.

Selain itu, lanjut dia, untuk lebih efektif maka pihaknya mengembangkan sistem administrasi impor. "Saya ingin menciptakan sistem administrasi impor yang lebih baik sehingga ke depan, importir juga semakin handal dan profesional," pungkas Rachmat.


(AHL)