BI Punya Ketepatan Titik Seimbang Tentukan BI Rate

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Jul 2015 10:45 WIB
bi rate
BI Punya Ketepatan Titik Seimbang Tentukan BI Rate
Ilustrasi Bank Indonesia -- FOTO: MI/Usman Iskandar

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Budi Satria mengakui Bank Indonesia (BI) bakal menentukan suku bunga acuan (BI Rate) sesuai dengan perkembangan. Setidaknya, BI bisa memikirkan dampak kedepannya, jika BI Rate dinaikkan maupun diturunkan.

"BI rate terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah dibandingkan ekspektasi pasar tentu akan memiliki konsekuensi tertentu," kata Budi kepada Metrotvnews.com, Selasa (14/7/2015).

Jika BI Rate terlalu rendah menurut pasar, maka akan mengakibatkan capital outflow. Sebaliknya, jika terlalu tinggi pada akhirnya akan mengakibatkan peningkatan cost of fund perbankan. Sehingga memiliki risiko meningkatkan suku bunga pinjaman.

Dia mempercayai BI akan mencari titik keseimbangan yang tepat dalam menentukan besaran BI Rate, di mana besaran itu optimum bagi seluruh pihak dalam menjalan sistem perekonomian Indonesia. "Untuk itu kita serahkan saja keputusan itu kepada BI nantinya. Mereka tahu besaran yang akan ditentukan," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilakukan pada Kamis (18/6/2015) memutuskan untuk menahan laju BI Rate di level 7,5 persen, dengan suku bunga deposit facility 5,5 persen, dan lending facility di level delapan persen.

"Keputusan tersebut sejalan upaya untuk menjaga agar inflasi berada dalam sasaran empat plus minus satu persen di 2015 dan 2016," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara belum lama ini.


(AHL)